Maung MV3 Garuda vs Toyota Crown: Mobil Dinas Menteri Lebih Lega

Menteri Airlangga Hartarto menunjukkan interior Maung MV3 Garuda yang diklaim lebih lega dibanding Toyota Crown.
Penulis: Rendra
Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:00:31 WIB

KILASKINI.COM — Airlangga Hartarto mengklaim Maung MV3 Garuda jauh lebih lega dibanding Toyota Crown yang sebelumnya dipakai menteri. Mobil dinas buatan PT Pindad ini disebut punya kursi reclining, Bluetooth, dan touchscreen, tapi kabinnya belum kedap suara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjadi salah satu menteri Kabinet Merah Putih yang sudah memakai Maung MV3 Garuda sebagai mobil dinas. Mobil produksi PT Pindad itu menggantikan Toyota Crown yang sebelumnya dipakai para menteri. Airlangga pun membandingkan langsung keduanya.

Penilaiannya keluar saat ia menunjukkan bagian interior kendaraan kepada awak media. Menurut Airlangga, ruang kabin Maung MV3 Garuda terasa lebih luas dibanding Crown, baik untuk kepala maupun kaki.

Ruang Kabin: Klaim Lebih Lega dari Toyota Crown

"Sebelumnya Crown. Dibandingkan Crown ini jauh lebih lega. Baik dari segi kepala maupun kaki," kata Airlangga, dikutip detikNews.

Kursi Maung MV3 Garuda disebut bisa diatur sesuai kebutuhan, termasuk fungsi reclining untuk mengubah posisi sandaran. Fitur pendingin kabin juga jadi salah satu hal yang ia soroti saat mencoba kendaraan tersebut.

"Saya buka, ini dibuka juga. Nah. Dalemnya kan keren kan? Tempat duduknya comfy (nyaman). Ini bisa reclining, bisa naik bisa turun. Terus dingin," ujarnya.

Fitur Interior: Bluetooth dan Layar Sentuh

Dari sisi perangkat, Maung MV3 Garuda sudah dilengkapi Bluetooth dan layar sentuh. Airlangga menilai teknologi di dalam kabin tergolong bagus untuk kendaraan dinas.

"Interiornya teknologinya bagus. Nyaman. Bluetooth, touchscreen bisa. Cuman kan kita biasanya kalau Bluetooth takut karena tahu-tahu ditelepon kedengeran di depan," katanya.

Kekhawatiran soal telepon yang terdengar lewat speaker kabin itu ia sampaikan sambil bercanda, tapi sekaligus menunjukkan bahwa fitur konektivitas sudah terpasang di unit yang ia pakai.

Posisi di Kelas Premium dan Perbandingan Ssangyong

Airlangga menilai Maung MV3 Garuda cukup kompetitif melawan kendaraan premium impor. Ia bahkan menempatkannya sejajar dengan merek asal Korea Selatan, Ssangyong.

"Sangat kompetitif. Ini premium. Karena ini kan setara dengan apa namanya Ssangyong. Suspensinya kalau mobil seperti ini kan harus yang agak keras. Karena bisa untuk ke daerah-daerah," ujarnya.

Soal setelan suspensi, ia menilai karakter keras justru sesuai untuk mobilitas ke daerah. Maung MV3 Garuda memang dirancang sebagai kendaraan operasional dengan medan kerja yang tidak selalu mulus.

Catatan: Kabin Belum Kedap Suara

Satu hal yang diakui Airlangga sebagai kekurangan adalah tingkat kedap suara kabin. Suara klakson dan ban masih terdengar jelas dari dalam.

"Klakson, ban yang biasa kedengeran. Karena mobil-mobil ini kan tipenya SUV. Hampir semuanya SUV itu bannya kedengeran," katanya.

Ia menilai kondisi itu wajar untuk kendaraan bertipe SUV. Meski begitu, untuk mobil dinas kelas premium, tingkat kebisingan kabin tetap jadi catatan yang perlu diuji lebih jauh, terutama untuk perjalanan jauh di jalan tol.

Maung MV3 Garuda vs Toyota Crown: Poin Penting

  • Ruang kabin: Maung diklaim lebih lega dari Crown, baik headroom maupun legroom
  • Kursi: bisa reclining, posisi bisa dinaikkan dan diturunkan
  • Fitur kabin: Bluetooth, layar sentuh, pendingin ruangan
  • Kenyamanan: disebut nyaman untuk aktivitas harian menteri
  • Kekurangan: kabin belum kedap, suara klakson dan ban masih masuk
  • Posisi kelas: diklaim setara kendaraan premium seperti Ssangyong

Perbandingan yang disampaikan Airlangga masih bersifat kesan pemakaian, bukan hasil uji terukur. Belum ada data resmi soal dimensi kabin, tingkat kebisingan dalam desibel, atau spesifikasi lengkap Maung MV3 Garuda versi menteri. Pembandingan dengan Toyota Crown juga belum menyentuh aspek performa mesin, konsumsi bahan bakar, maupun fitur keselamatan.

Yang jelas, peralihan dari Crown ke Maung MV3 Garuda menandai perubahan arah pengadaan mobil dinas menteri ke produk lokal. PT Pindad sebagai produsen perlu membuktikan konsistensi kualitas unit di pemakaian jangka panjang, bukan hanya kesan awal pejabat yang baru menempati kendaraan tersebut.

Reporter: Rendra