Elon Musk Vs Ambani Memanas soal Starlink India yang Tertunda

CEO SpaceX Elon Musk mengkritik Ketua Reliance Industries Mukesh Ambani melalui unggahan di platform X.
Penulis: Galih
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:20:32 WIB

KILASKINI.COM — Elon Musk kembali menyerang taipan India Mukesh Ambani lewat unggahan di X, menuduhnya menghambat kehadiran Starlink di pasar internet satelit India. Perseteruan ini mencuat setelah Kementerian Komunikasi India membantah ada perlakuan khusus terhadap Starlink, yang hingga kini belum mengantongi izin operasi komersial meski sudah mengantongi sejumlah persetujuan regulasi.

CEO SpaceX Elon Musk melontarkan kritik tajam kepada Ketua Reliance Industries Mukesh Ambani melalui platform X. Ia menuding Ambani sebagai pihak yang menahan laju kompetisi Starlink di India, negara dengan lebih dari satu miliar pengguna internet.

Dalam unggahannya, Musk menyebut Starlink bisa membuka akses internet bagi wilayah yang belum terhubung, memperluas kesempatan belajar anak-anak, dan membantu usaha kecil menjangkau pasar global. Ia juga mempertanyakan pengaruh Ambani terhadap pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi.

Isi Serangan Musk ke Ambani

Musk menulis sindiran pedas yang menyebut Ambani sebagai "perdana menteri" India. Kalimat itu ia lontarkan untuk menggambarkan kendali Ambani yang dianggap terlalu besar atas pemerintah.

"Tentu saja, Anda lebih suka mempertahankan eksploitasi monopolistik terhadap rakyat India yang hebat, tetapi maukah Anda mempertimbangkan untuk mengizinkan Starlink bersaing?" tulis Musk dalam unggahannya di X.

Kritik tersebut menyusul tuduhan Musk sebelumnya bahwa "oligarki" tanpa nama menghambat peluncuran Starlink demi melindungi kepentingan bisnis mereka. Reliance Jio, lengan telekomunikasi Reliance Industries, belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar.

Bantahan Kementerian Komunikasi India

Kementerian Komunikasi India menolak tuduhan Musk. Menurut kementerian, kerangka regulasi komunikasi satelit negara itu bersifat "adil dan non-diskriminatif".

Dalam pernyataannya, kementerian menyebut Starlink dan dua operator satelit berlisensi lainnya sedang menjalani asesmen keamanan sebelum menerima spektrum satelit. Ketiganya berada di tahap regulasi yang "kurang lebih sama", sehingga bantahan ini mematahkan anggapan Starlink diperlakukan berbeda.

Menteri Telekomunikasi India Jyotiraditya Scindia juga menepis tuduhan Musk. Ia menegaskan India "tidak mengizinkan monopoli di sektor mana pun".

Perjalanan Starlink di India

SpaceX sudah bertahun-tahun berupaya membawa Starlink masuk ke India. Tahun lalu, perusahaan menandatangani perjanjian distribusi dengan Reliance Jio dan Bharti Airtel, operator telekomunikasi terbesar kedua di India, untuk menawarkan layanan begitu izin terbit.

Hingga kini, Starlink belum mendapat lampu hijau dari New Delhi untuk memulai operasi komersial. Padahal sejumlah izin regulasi kunci sudah diantongi.

Jio dan Airtel juga tengah menyiapkan layanan internet satelit mereka sendiri. Jio bermitra dengan SES asal Luksemburg, sementara Airtel menjadi pemegang saham utama Eutelsat OneWeb yang gencar menawarkan konektivitas satelit di India.

Perebutan Spektrum Satelit

Sebelum serangan terbaru Musk, Starlink dan Reliance Jio sempat berselisih soal alokasi spektrum satelit. Starlink menginginkan spektrum diberikan lewat proses administratif, sedangkan Jio mendorong mekanisme lelang.

New Delhi akhirnya memutuskan mengalokasikan spektrum secara administratif untuk Starlink. Keputusan itu menjadi salah satu titik gesekan kedua kubu.

Bisnis Lain Musk di India

Selain Starlink, Musk menghadapi tantangan serupa saat membawa Tesla ke India. Pabrikan mobil listrik itu resmi masuk tahun lalu, tetapi hanya mencatatkan 699 unit kendaraan dalam 12 bulan pertama pengiriman, menurut data yang dikutip Electrek.

Bea masuk yang tinggi membuat harga peluncuran Model Y di India hampir dua kali lipat harga di Amerika Serikat. Tesla sempat memangkas harga awal tahun ini, namun mobil-mobilnya tetap jauh lebih mahal di India dibandingkan di AS.

Ambani sendiri merupakan figur bisnis berpengaruh di India. Konglomerat Reliance miliknya menguasai operator telekomunikasi terbesar di negara itu dan terlibat dalam berbagai proyek besar bersama pemerintahan Modi.

Bagi pengguna internet satelit di Indonesia, polemik ini menjadi gambaran betapa ketatnya persaingan pasar konektivitas di negara padat penduduk. Kehadiran Starlink di suatu pasar tidak hanya soal kesiapan teknologi, tetapi juga tarik-menarik kepentingan operator lokal dan regulasi pemerintah.

Reporter: Galih