KILASKINI.COM — Kodam III/Siliwangi membuka penerimaan prajurit TNI Angkatan Darat Gelombang 1 Tahun Anggaran 2027 bagi calon Bintara dan Tamtama, dengan pendaftaran berlangsung 1 Oktober 2026 hingga 13 Januari 2027. Rekrutmen ini menyasar lulusan SMA, MA, dan SMK dengan batas usia diperlonggar hingga 26 tahun pada saat pembukaan pendidikan. Pendaftaran bisa dilakukan secara daring melalui ad.rekrutmen-tni.mil.id atau lewat pendampingan Babinsa di satuan kewilayahan terdekat.
Asisten Personalia (Aspers) Kasdam III/Siliwangi Kolonel Inf. Noppy Laksana Armyanto menyatakan alokasi penerimaan kali ini cukup besar. "Rekrutmen ini dilaksanakan pada akhir Tahun Anggaran 2026 karena alokasinya memang cukup banyak yang akan kita terima. Prajurit yang akan kita lakukan werfing atau rekrutmen ini meliputi Bintara dan Tamtama," ujar Noppy dalam keterangannya.
Animo Pendaftar di Jawa Barat
Untuk wilayah Jawa Barat, animo pendaftaran yang dijaring mencapai sekitar 9.000 calon Bintara dan 18.000 calon Tamtama. Angka tersebut merupakan jumlah pendaftar yang akan diseleksi, bukan jumlah kelulusan akhir.
Penentuan peserta yang dinyatakan lulus dilakukan melalui seluruh rangkaian seleksi sesuai ketentuan, dengan keputusan akhir berada di tingkat Mabesad. "Untuk Bintara kurang lebih 9.000, Tamtama kurang lebih 18.000. Itu untuk Jawa Barat saja," kata Noppy.
Posisi yang Dibuka
- Bintara TNI AD: Lulusan SMA, MA, dan SMK dengan nilai rata-rata ujian paling rendah 37.
- Tamtama TNI AD: Lulusan SMA, MA, dan SMK dengan ketentuan administrasi sesuai penerimaan resmi.
Persyaratan Umum
- Lulusan SMA, MA, dan SMK.
- Nilai rata-rata ujian minimal 37 untuk calon Bintara.
- Khusus lulusan tahun 2020 hingga 2026, nilai rata-rata rapor minimal 65.
- Tinggi badan minimal 163 sentimeter.
- Batas usia diperlonggar hingga 26 tahun, diukur pada saat pembukaan pendidikan 4 Februari 2027.
- Menyiapkan dokumen administrasi seperti KTP dan ijazah, serta dokumen lain sesuai ketentuan resmi.
Jalur Pendaftaran
Pendaftaran dibuka melalui dua mekanisme. Secara daring, calon peserta dapat mengakses laman resmi ad.rekrutmen-tni.mil.id untuk membuka halaman pendaftaran dan mengisi formulir digital.
Bagi yang membutuhkan pendampingan, tersedia jalur pendataan melalui satuan kewilayahan. Calon peserta dapat menghubungi Babinsa di wilayah masing-masing untuk dibantu proses pendataan online. Setelah data dimasukkan, proses dilanjutkan dengan validasi dan calon diarahkan ke Kodim maupun Ajen terdekat untuk menyerahkan bahan administrasi serta menjalani pencatatan persyaratan.
"Pendaftaran ada dua, online maupun offline. Untuk yang offline melalui satuan kewilayahan. Personel Babinsa akan mendata di wilayah masing-masing calon yang akan mendaftar," jelas Noppy.
Tidak Ada Jalur Khusus, Santri Tetap Bisa Daftar
Penerimaan kali ini tidak menyediakan jalur khusus bagi kelompok tertentu, termasuk jalur khusus santri. Meski begitu, kesempatan mendaftar tetap terbuka bagi para santri yang memenuhi persyaratan.
Ketentuan domisili tidak menjadi penghalang. Santri dari luar Jawa yang memenuhi syarat dapat mengikuti proses pendaftaran melalui Koramil terdekat dengan bantuan Babinsa atau melalui pengasuh pondok pesantren. Kodam III/Siliwangi juga berencana melakukan sosialisasi ke sejumlah pondok pesantren.
"Kalau adik-adik dari pesantren mau daftar karena banyak santri yang dari wilayah luar Jawa, itu diperbolehkan. Silakan mendaftar nanti di Koramil terdekat melalui Babinsa atau pengasuh pondok pesantren," katanya.
Tips Persiapan
Siapkan dokumen administrasi seperti KTP dan ijazah sejak awal agar tidak terkendala saat validasi di Kodim. Bagi yang mendaftar lewat jalur offline, segera hubungi Babinsa di wilayah masing-masing untuk memulai proses pendataan sebelum periode pendaftaran berakhir.
Informasi lengkap mengenai penerimaan prajurit TNI AD Gelombang 1 Tahun Anggaran 2027 dapat diakses melalui laman resmi ad.rekrutmen-tni.mil.id atau melalui satuan kewilayahan terdekat.