Pencarian

ASDP Kerahkan 26 Kapal Urai Antrean Ketapang–Gilimanuk

Selasa, 29 September 2026 • 08:01:01 WIB
ASDP Kerahkan 26 Kapal Urai Antrean Ketapang–Gilimanuk
PT ASDP mengoperasikan 26 kapal untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

KILASKINI.COM — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengoperasikan 26 kapal untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan di lintasan Ketapang–Gilimanuk hingga Senin (28/9/2026) siang. Antrean di sisi Ketapang tercatat sekitar 17 kilometer dan didominasi kendaraan logistik setelah kepadatan berlangsung sekitar tiga hari. Perusahaan pelat merah itu menargetkan pemulihan layanan secara aman dan terukur tanpa mengorbankan aspek keselamatan pelayaran.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mempercepat pemulihan layanan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk melalui optimalisasi armada, peningkatan frekuensi perjalanan kapal, dan pengaturan distribusi kendaraan secara dinamis. Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyatakan seluruh langkah operasional dijalankan terkoordinasi bersama regulator, kepolisian, operator kapal, serta pemangku kepentingan terkait.

Keputusan mengerahkan 26 kapal diambil setelah kepadatan kendaraan berlangsung sekitar tiga hari. ASDP menempatkan keselamatan pelayaran sebagai prioritas utama dalam setiap penyesuaian pola operasi.

Sebaran 26 Kapal di Lima Dermaga

Armada yang dikerahkan tersebar di sejumlah titik pelayanan. Lima kapal beroperasi di Dermaga I Reguler, lima kapal di Dermaga MB III Reguler, dan empat kapal di Dermaga IV. Delapan kapal ditempatkan di Dermaga LCM, tiga kapal perbantuan pada LCM Tanjung Balai di Gilimanuk, serta satu kapal perbantuan pada MB IV Tanjung Balai.

Selain menambah armada, ASDP mempercepat siklus pelayanan mulai dari proses sandar, bongkar-muat, hingga keberangkatan kapal. Pola operasi dievaluasi berkala dengan mempertimbangkan kondisi antrean, kesiapan dermaga, karakteristik kendaraan, kapasitas kapal, dan aspek keselamatan.

"Pengaturan kapal, dermaga, dan distribusi muatan dilakukan secara dinamis sesuai kapasitas dan karakteristik masing-masing kapal serta kondisi operasional di lapangan. Fokus kami adalah mempercepat penguraian antrean secara aman dan terukur, sekaligus menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik," ujar Heru dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (28/9/2026).

Antrean 17 Kilometer di Sisi Ketapang

Hingga sekitar pukul 15.00 WIB, kepadatan kendaraan masih terpantau sebagai dampak akumulasi dari gangguan operasional pada periode sebelumnya. Di sisi Ketapang, antrean tercatat sekitar 17 kilometer dan didominasi kendaraan logistik.

Kondisi tersebut juga diwarnai aksi penyampaian aspirasi sejumlah warga dan pengguna jasa yang meminta antrean segera diurai. Di sisi Gilimanuk, proses penguraian terus dilakukan melalui optimalisasi armada, peningkatan frekuensi perjalanan, serta penyesuaian pola operasi.

"ASDP memahami keresahan masyarakat dan pengguna jasa yang terdampak. Seluruh upaya saat ini difokuskan pada percepatan pemulihan layanan dengan tetap memastikan setiap langkah operasional memenuhi ketentuan keselamatan," lanjut Heru.

Kendaraan Melebihi Dimensi Ikut Pengaruhi Pemuatan

ASDP mencatat kendaraan logistik yang melintas memiliki karakteristik dimensi dan muatan beragam. Sebagian kendaraan terindikasi melebihi ketentuan dimensi maupun muatan, sehingga menyulitkan pengaturan dan pemuatan ke kapal.

Kondisi itu menuntut penyesuaian dengan kapasitas serta karakteristik masing-masing kapal. Pengaturan kendaraan diperkuat sejak area antrean hingga proses pemuatan, melibatkan regulator, kepolisian, operator kapal, dan pemangku kepentingan terkait.

"Pola operasi dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi antrean, kesiapan dermaga, karakteristik kendaraan, kapasitas kapal, serta aspek keselamatan pelayaran," kata Heru.

Lintasan Ketapang–Gilimanuk merupakan jalur utama penghubung Pulau Jawa dan Bali, sekaligus urat nadi distribusi logistik antarwilayah. Pemulihan layanan di lintasan ini menentukan kelancaran mobilitas penumpang dan pasokan barang ke sejumlah daerah.

Sumber: ekonomi.republika.co.id

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks