Pencarian

Bocah Pembawa Air Antar Howard Carter ke Makam Emas Tutankhamun

Rabu, 30 September 2026 • 08:40:31 WIB
Bocah Pembawa Air Antar Howard Carter ke Makam Emas Tutankhamun
Bocah pembawa air Hussein Abd el-Rassul menunjukkan lokasi makam Tutankhamun kepada arkeolog Howard Carter pada 4 November 1922.

KILASKINI.COM — Seorang bocah pembawa air bernama Hussein Abd el-Rassul membawa tim arkeolog Howard Carter menemukan makam Firaun Tutankhamun pada 4 November 1922. Gundukan pasir berbentuk anak tangga yang dilihat Hussein mengakhiri pencarian selama 3.200 tahun. Makam itu menjadi satu-satunya makam firaun yang ditemukan utuh tanpa dijarah di era modern.

Howard Carter sudah bertahun-tahun menggali pasir Gurun Mesir tanpa hasil. Arsip kuno yang dibacanya tidak memberi jawaban, dan setiap lapisan pasir hanya menghadirkan kekecewaan baru. Petunjuk yang dinanti justru datang dari Hussein, bocah yang bertugas mengantarkan air kepada para kuli penggalian.

Pada 4 November 1922, Hussein melihat gundukan pasir aneh berbentuk seperti tangga. Dia melapor kepada para pekerja, dan kabar itu sampai ke telinga Carter. Arkeolog asal Inggris tersebut segera datang, menatap gundukan itu, lalu mulai menggali perlahan.

Tangga ke-12 dan Segel Nekropolis

Di bawah pasir, Carter dan para kuli menemukan tangga yang mengarah ke bawah. Mereka menyingkirkan lapisan pasir satu demi satu hingga menemukan pintu kecil di anak tangga ke-12. Pintu itu bersegel Nekropolis, bergambar dewa Anubis berdiri di atas sembilan musuh yang dikalahkan.

"Di depan kami cukup bukti bahwa ini pintu masuk ke makam yang masih utuh," tulis Carter dalam buku hariannya, dikutip Live Science.

Pekerjaan dilanjutkan. Setelah menembus puing-puing yang menutup jalan, Carter melihat pintu bertuliskan nama Tutankhamun. Dia belum berani memastikan hingga 26 November 1922, ketika membuat lubang kecil di pintu kedua dan menyalakan lilin. Kilauan emas langsung terlihat dari celah itu.

"Butuh waktu lama sebelum mata bisa melihat jelas, tapi ketika cahaya lilin menembus ruangan itu, semua keindahan kuno tiba-tiba hidup kembali," ungkap Carter.

Topeng Emas 10 Kilogram dan Ribuan Artefak

Yang ditemukan Carter bukan sekadar makam. Ini satu-satunya makam firaun yang utuh di era modern. Di dalamnya, topeng kematian emas Tutankhamun bersinar di antara patung, perhiasan, dan perabot kerajaan.

Menurut Britannica, topeng kematian itu terbuat dari emas murni seberat 22 pon atau sekitar 10 kilogram dan dihiasi batu permata. Tutankhamun juga dimakamkan bersama sejumlah perabot dan pakaian yang dipercaya bisa digunakan saat meninggal.

Siapa Tutankhamun

Tutankhamun adalah firaun Mesir Kuno dari Dinasti ke-18 yang memerintah sekitar 1332-1323 SM. Dia naik takhta pada usia 9 tahun dan meninggal mendadak pada usia 19 tahun. Studi genetik dan radiologi menunjukkan dia meninggal akibat malaria yang dikombinasikan dengan kelainan tulang.

Namanya dikenal dunia modern bukan karena pencapaian militernya, melainkan karena makamnya yang ditemukan penuh harta karun. Saat ini, peti mati emas dan ribuan artefak dari makam Tutankhamun dipamerkan di Grand Egyptian Museum, yang memiliki galeri khusus untuk sang raja muda. Mumi Tutankhamun sendiri masih berada di Lembah Para Raja di Luxor, Mesir.

Kutukan Firaun dan Kematian Lord Carnarvon

Penemuan besar ini mengguncang dunia. Tapi di tengah euforia, muncul cerita tentang kutukan firaun yang konon menimpa siapa pun yang berani membuka makamnya.

Sebulan setelah pembukaan makam, penyandang dana penggalian, Lord Carnarvon, meninggal dunia. Dokter mengungkap penyebabnya akibat infeksi setelah digigit nyamuk dan bercukur di area luka yang sama. Banyak orang meyakini kutukan itu nyata, meski secara medis penyebabnya jelas.

Terlepas dari percaya atau tidak, temuan Carter tetap membuka khazanah bagi peradaban dunia. Lebih dari tiga ribu tahun makam itu tersembunyi, dan sejarah Mesir kuno kembali bersuara berkat ketekunan seorang arkeolog serta keberuntungan seorang bocah pembawa air.

Sumber: cnbcindonesia.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks