KILASKINI.COM — Sushi Bus menghadirkan pengalaman makan sushi di atas ban berjalan dari lantai dua bus wisata dua tingkat yang berkeliling pusat Kota Tokyo, Jepang. Tur berkapasitas 20 kursi ini berlangsung sekitar 70 menit dengan tiket mulai 16.000 yen (sekitar Rp1,8 juta) untuk kursi biasa dan 20.000 yen (sekitar Rp2,2 juta) untuk kursi depan. Tur perdana dijadwalkan berangkat dari kawasan dekat Stasiun Tokyo.
Konsepnya memindahkan pengalaman restoran sushi ban berjalan ke dalam bus. Penumpang memilih sendiri piring yang melintas di depan meja, persis seperti di restoran konvensional.
Rute dan Durasi Perjalanan
Tur berangkat dari lokasi dekat Stasiun Tokyo. Bus melewati distrik perbelanjaan Ginza yang terkenal, lalu membawa penumpang melihat Menara Tokyo dan sejumlah tempat wisata lain dari jarak dekat.
Seluruh perjalanan berlangsung sekitar 70 menit. Atap bus dapat dibuka dan ditutup, sehingga penumpang bisa menikmati pemandangan kota dari lantai dua selama tur berjalan.
Sushi Sepuasnya di Lantai Dua
Paket tur sudah termasuk makan sushi sepuasnya. Staf dapur di lantai pertama memuat piring-piring sushi ke lift layanan kecil, lalu mengirimkannya ke lantai dua.
Staf lain menempatkan piring tersebut di atas ban berjalan agar penumpang bisa memilihnya saat melewati meja. Karena ikan tidak bisa diiris di dalam bus yang bergerak, bahan sushi dibeli dalam keadaan sudah dipotong.
Porsinya disebut lebih besar daripada restoran sushi ban berjalan pada umumnya. Menurut pendiri Sushi Bus Inc., Tomoyuki Yano, hidangan tersebut harus bersaing dengan pemandangan di dalam bus untuk menarik perhatian penumpang.
Harga Tiket dan Kapasitas
Bus ini menampung 20 kursi. Tiket dibanderol 16.000 yen (sekitar Rp1,8 juta) untuk tempat duduk biasa dan 20.000 yen (sekitar Rp2,2 juta) untuk tempat duduk di bagian depan.
Harga tersebut, menurut Yano, memungkinkan perusahaan berinvestasi besar pada bahan-bahan. Ia mengeklaim kualitas sushi di bus tidak jauh berbeda dari restoran sushi tradisional.
Lebih dari Dua Tahun Persiapan
Mempersiapkan tur bus ini membutuhkan waktu lebih dari dua tahun dan menelan biaya lebih dari 100 juta yen. Para pengembang melakukan lebih dari 100 pengujian hanya pada sabuk konveyor.
Pengujian itu untuk memastikan piring sushi tetap aman saat bus bergerak dan ketika terjadi pengereman mendadak. Solusinya, nampan plastik khusus yang dapat diikatkan ke sabuk konveyor agar piring tidak bergeser ke depan secara tiba-tiba.
Yano sebelumnya mendirikan tur bertema ninja pada 2016, yang kemudian diikuti kafe ninja. Meski pengalaman bertema ninja lain telah bermunculan, ia menilai belum ada yang menawarkan sushi di dalam bus wisata.
"Saya ingin mengembangkan model bisnis yang akan sulit ditiru oleh orang lain," kata Yano.
Ia sempat mempertimbangkan ramen sebagai menu, tetapi menilainya terlalu panas dan berisiko. Sushi dinilai lebih mudah dikelola karena bisa dimakan dalam sekali gigit dengan satu tangan.
Reaksi Warga di Jalan
Banyak pejalan kaki terkejut ketika menyadari seluruh kendaraan tersebut didekorasi menyerupai sushi. Saat bus berhenti di lampu lalu lintas, staf berinteraksi dengan penonton sambil memegang papan tanda.
Mereka mempersilakan orang-orang melambaikan tangan dan mengambil foto. Momen ini menjadi daya tarik tersendiri di sela perjalanan.
Bagi traveler yang ingin mencoba, tur ini menawarkan kombinasi wisata kota dan kuliner dalam satu waktu. Durasi 70 menit cukup untuk merasakan sensasi makan sushi sambil menyusuri ikon-ikon Tokyo dari ketinggian lantai dua bus.