Awas! 5 Kebiasaan Olahraga Ini Malah Bisa Merusak Tubuh di Usia 40 Tahun

Gaya Hidup191 Dilihat

JAKARTA – Setiap orang dianjurkan melakukan aktivitas olahraga setiap hari untuk kesehatan. Namun, perlu diperhatikan bahwa olahraga untuk usia muda dan sudah menginjak umur 40 tahun tentu berbeda.

Itu dilakukan untuk menyesuaikan kekuatan dan memastikan seseorang tidak cedera saat berolahraga.

“Dengan bertambahnya usia, menjaga kekuatan, keseimbangan, dan daya tahan tubuh secara baik dan benar akan membuat kita tetap dapat melakukan hal-hal yang kita sukai,” ujar pelatih pribadi di Fyt, Kelly Najjar, NBC-HWC.

Ia pun membagikan lima kebiasaan olahraga yang dapat merusak tubuh setelah usia 40 tahun.

1. Pliometrik

Pliometrik adalah olahraga yang melibatkan gerakan-gerakan eksplosif, yang meningkatkan kekuatan otot.

Itu semua baik dan bagus, tetapi bentuk olahraga ini juga bisa sangat keras pada persendian seperti tulang belakang. “Untuk menjaga kesehatan lutut, pinggul, dan tulang belakang, lebih baik menikmati olahraga dengan dampak yang lebih rendah,” kata Najjar.

“Beberapa pilihannya antara lain latihan kekuatan, jalan kaki atau jogging, dan yoga,” saran dia.

2. Sprint

Latihan interval intensitas tinggi (HIIT) mungkin merupakan bentuk latihan yang sangat populer. Namun, semakin cepat gerakan kita, semakin besar pula risiko kita mengalami cedera.

“Dikombinasikan dengan waktu penyembuhan yang lebih lama, setelah usia 40 tahun, lebih baik untuk memperlambat dan menghindari latihan yang membutuhkan lari cepat,” tambah Najjar.

Sebagai gantinya, pilihlah latihan elips atau jogging lambat. Keduanya jauh lebih kecil kemungkinannya mengakibatkan cedera.

3. Melakukan crunch dan sit-up

Bertambahnya usia datang dengan banyak perubahan alami pada tubuh. Misalnya, tulang belakang kita bisa menjadi lebih rentan terhadap cedera. “Latihan inti tradisional seperti crunch dan sit-up memberikan tekanan yang tidak perlu pada leher dan punggung bagian bawah,” jelas Najjar.

“Cobalah glute bridge atau bird-dog untuk membantu menjaga inti yang kuat tanpa membahayakan tulang belakang,” dia merekomendasikan.

4. Mengabaikan keseimbangan

Intensitas untuk jatuh dan cedera akan menjadi lebih sering terjadi saat kita bertambah tua. Itulah mengapa sangat penting untuk menjadi yang terdepan dalam permainan dan melatih keseimbangan lebih awal dalam hidup sesering mungkin.

“Jika kita memiliki keseimbangan yang baik dan ingin mempertahankannya hingga masa tua, lakukan tendangan tiga arah berdiri dengan beban,” kata Najjar.

“Apabila keseimbangan kita tidak seperti dulu, kita dapat meminta dokter untuk melakukan beberapa sesi terapi fisik dan mempelajari latihan terbaik,” tambah dia.

5. Lupa melakukan peregangan

Sangat mudah untuk melewatkan bagian penting dari proses pendinginan ini, tetapi biasakan untuk melakukan peregangan setelah selesai berolahraga. Najjar mengungkapkan bahwa melewatkan peregangan bisa menyebabkan masalah besar, khususnya ketika kita sudah memasuki usia 40 tahun ke atas.

“Sebab, otot-otot yang tegang menarik sendi yang ditopang sehingga menyebabkan rasa sakit dan nyeri,” terangnya.

“Tekanan yang terlalu lama pada sendi juga dapat menyebabkan osteoartritis,” ujar dia. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *