PT RHM Kerahkan 7 Ekskavator dan Helikopter Padamkan Karhutla di Musi Banyuasin, Lahan Terbakar Capai Setengah Hektare
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas setengah hektare di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, berhasil dipadamkan tim gabungan PT Rimba Hutani Mas (RHM) bersama TNI dan warga. Perusahaan mengerahkan tujuh unit ekskavator dan satu helikopter untuk mengisolasi api yang muncul di luar areal konsesi, Selasa (25/8).
PALEMBANG — Titik api pertama kali ditemukan Regu Kelompok Masyarakat Peduli Api (KMPA) PT RHM saat berpatroli pada Selasa (25/8). Lokasi kebakaran berada sekitar 1,1 kilometer dari batas wilayah operasional perusahaan, tepatnya di lahan yang ditumbuhi kelapa sawit dan semak belukar.
Fire Marshal PT RHM, Agung Pratama, mengatakan api muncul di luar konsesi perusahaan dan langsung ditangani sejak deteksi awal. "Ada setengah hektare lahan yang terbakar di lokasi yang jauh di luar konsesi perusahaan," kata Agung.
Strategi Pemadaman: Sekat Bakar 3,6 Kilometer
Operasi pemadaman melibatkan 20 anggota Regu Pemadam Kebakaran (RPK), 17 anggota KMPA, 14 karyawan PT RHM, sejumlah prajurit TNI, serta warga setempat. Mereka membentuk tim gabungan untuk mengepung titik api dari berbagai arah.
Tujuh unit ekskavator dikerahkan untuk membuat sekat bakar sepanjang 3,6 kilometer hingga lokasi kebakaran terisolasi total. Setelah api terkurung, petugas membuat parit, melakukan pembasahan, dan pendinginan di area sekitar lahan untuk memastikan bara api maupun titik panas tersisa tidak memicu kebakaran kembali.
Helikopter berregistrasi PK-ODC turut diterjunkan untuk mendukung pemadaman dari udara, mempercepat penanganan di titik yang sulit dijangkau alat berat. "Langkah tersebut berhasil mengepung api hingga akhirnya padam. Kami memastikan tidak ada lagi titik api di lokasi," ujar Agung.
Komitmen Perusahaan Cegah Karhutla di Sekitar Konsesi
PT RHM menegaskan komitmennya membantu upaya pencegahan dan pemadaman karhutla di sekitar wilayah konsesi. Perusahaan memiliki RPK dan KMPA yang andal serta berpengalaman dalam menangani setiap kejadian kebakaran.
"Kami memastikan akan turun langsung membantu pemadaman karhutla di sekitar wilayah operasional. Kami juga berkomitmen menjaga agar lahan konsesi tidak terbakar," kata Agung.
Kejadian ini menjadi pengingat tingginya risiko karhutla di Sumatera Selatan, terutama pada musim kemarau. Koordinasi antara perusahaan, aparat, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah meluasnya kebakaran yang kerap memicu kabut asap lintas wilayah.