ISPU Pekanbaru Tembus 155, Pemprov Riau Siagakan Rumah Oksigen dan Posko Kesehatan untuk Warga Terdampak Kabut Asap

Petugas Dinas Kesehatan Riau menyiapkan masker untuk dibagikan kepada warga terdampak kabut asap di Pekanbaru.
Penulis: Doni
Jumat, 28 Agustus 2026 | 03:30:01 WIB

PEKANBARU — Kualitas udara di Riau kembali memburuk dengan konsentrasi PM2.5 yang meningkat signifikan. Berdasarkan pemantauan ISPU Kementerian Lingkungan Hidup pada Kamis (27/8/2026) pukul 19.00 WIB, indeks kualitas udara di Pekanbaru berada di angka 155, sementara Kabupaten Pelalawan mencatat angka 156. Keduanya masuk kategori tidak sehat.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Kesehatan mempercepat langkah mitigasi. Dua fasilitas pendukung utama, yakni posko kesehatan dan rumah oksigen, telah disiapkan di lingkungan Dinkes Riau dan siap dioperasikan sewaktu-waktu.

Posko Kesehatan dan Rumah Oksigen Siap Diaktifkan

Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, menyatakan seluruh fasilitas pendukung telah rampung disiapkan. Namun, aktivasi layanan akan menyesuaikan dengan perkembangan karhutla di lapangan.

"Fasilitasnya sudah kita siapkan. Untuk pengoperasiannya, kita tetap melihat situasi dan perkembangan di lapangan," kata Zulkifli, Kamis (27/8/2026).

Posko kesehatan nantinya akan diperkuat tenaga medis, obat-obatan, serta ambulans untuk memberikan pertolongan bagi warga yang mengalami keluhan akibat paparan asap. Sementara rumah oksigen disediakan khusus bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan pernapasan saat kualitas udara berada di level mengkhawatirkan.

18 Ribu Masker Disalurkan ke Pelalawan, 12 Ribu untuk Pekanbaru

Selain menyiapkan layanan medis, Pemprov Riau juga mempercepat distribusi masker ke wilayah terdampak. Kabupaten Pelalawan menerima bantuan terbanyak dengan total 18 ribu masker, ditambah dukungan dua unit oksigen.

Bantuan masker juga disiapkan untuk sejumlah daerah lain, masing-masing 4 ribu masker untuk Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kampar, dan Rokan Hilir. Untuk Kota Pekanbaru, pemerintah telah mendistribusikan sekitar 12 ribu masker di titik-titik keramaian seperti Tugu Zapin Jalan Sudirman, Simpang Tiga, Pasar Pagi Arengka, Jalan Garuda Sakti, kawasan Melur, dan Jalan Riau.

Sebanyak 2 ribu masker tambahan turut dibagikan di kawasan Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto.

Kelompok Rentan Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Zulkifli mengingatkan kelompok rentan—penderita asma, warga dengan riwayat penyakit pernapasan, ibu hamil, bayi, dan anak-anak—untuk meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah dan wajib menggunakan masker jika ada keperluan mendesak.

"Kalau tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya tidak keluar rumah. Bagi masyarakat yang rentan, kami imbau menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan," ujarnya.

Layanan Kesehatan Gratis Lewat UHC

Dinkes Riau juga meminta seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari rumah sakit pemerintah, swasta, puskesmas, klinik, hingga puskesmas pembantu meningkatkan kesiapsiagaan. Warga yang mengalami sesak napas, batuk, iritasi mata, atau keluhan lain yang diduga berkaitan dengan paparan asap diminta segera memeriksakan diri.

Zulkifli memastikan masyarakat tidak perlu khawatir soal biaya. "Masyarakat tidak perlu ragu untuk mengecek kesehatannya di tempat pelayanan kesehatan terdekat. Tidak perlu membayar karena kita sudah menerapkan UHC," jelasnya.

Pemantauan kondisi kesehatan masyarakat terus dilakukan seiring meningkatnya aktivitas karhutla di sejumlah daerah, dengan koordinasi antara tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Reporter: Doni