Chairul Tanjung Buka Resep 50 Tahun Bangun CT Corp, Kerja 12 Jam Tiap Hari
KILASKINI.COM — Disiplin operasional dan konsistensi menjadi faktor penentu keberlanjutan sebuah entitas bisnis dalam jangka panjang. Prinsip fundamental tersebut dipaparkan konglomerat Chairul Tanjung saat berbicara di hadapan pelaku industri dan publik dalam perhelatan Lampung Financial Festival, Sabtu (5/9).
Pendiri kelompok usaha CT Corp ini membeberkan bahwa akumulasi modal dan jaringan usaha yang ia miliki berakar dari jam terbang yang tidak biasa. Rutinitas tersebut telah dijalankannya secara konsisten selama lima dekade terakhir.
Alokasi Waktu Kerja Ekstrem Sejak Usia Muda
Chairul menuturkan ritme kerjanya telah terbentuk sejak masa awal merintis usaha. Hari kerjanya kerap dimulai pada pagi hari dan baru tuntas saat dini hari, dengan pembagian waktu yang ketat antara lantai pabrik dan kantor manajemen.
"Kerja keras. Tuhan Maha Adil dan akan kasih lebih banyak pada yang bekerja lebih keras. Saya kerja dari jam 8 pagi sampai 2-3 subuh, pagi saya ke pabrik. Pagi-sore di kantor. Saya rutin lakukan itu 50 tahun, sekarang pun saya masih kerja lebih dari 12 jam per hari di usia saya sekarang ini," ujar Chairul.
Bagi pelaku usaha, komitmen fisik dan fokus operasional seperti ini dinilai esensial dalam menjaga stabilitas kinerja grup korporasi lintas sektor, mulai dari perbankan, ritel, hingga media.
Kepekaan Membaca Permintaan Pasar
Etos kerja keras, lanjut Chairul, harus diimbangi dengan kemampuan identifikasi peluang secara presisi. Naluri bisnis seorang wirausahawan diuji dari bagaimana mereka menangkap kebutuhan pasar yang belum terlayani secara optimal.
Langkah awal Chairul di dunia usaha bermula dari bangku kuliah di Universitas Indonesia. Kala itu, ia melihat tingginya kebutuhan penggandaan materi akademik di lingkungan kampus yang belum terakomodasi secara efisien.
Melihat kesenjangan tersebut, ia mengeksekusi peluang dengan membuka jasa fotokopi bagi rekan-rekan kampusnya. Inisiatif skala mikro tersebut menjadi batu loncatan awal sebelum dirinya mengembangkan portofolio bisnis multi-industri berskala nasional seperti CT Corp saat ini.