RI dan Rusia Sepakati Kerja Sama Enam Sektor Strategis di Vladivostok

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Eastern Economic Forum ke-11 di Vladivostok, Rusia, pada 2-3 September 2026.
Penulis: Redaksi
Senin, 07 September 2026 | 18:39:02 WIB

KILASKINI.COM — Indonesia dan Rusia menyepakati perluasan kerja sama bilateral di enam sektor strategis menyusul lawatan kenegaraan ke Vladivostok pada 2-3 September 2026. Kesepakatan yang mencakup rencana ratifikasi perdagangan bebas hingga rencana investasi industri pupuk ini dibahas langsung dalam gelaran Eastern Economic Forum ke-11. Lawatan tersebut difokuskan untuk mengamankan rantai pasok industri dan ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global.

Dalam forum ekonomi tahunan tersebut, Presiden hadir memenuhi undangan sebagai tamu kehormatan utama. Pertemuan tingkat tinggi ini menjadi instrumen penguatan hubungan diplomatik kedua negara yang secara historis telah berjalan lebih dari lima dasawarsa.

Ratifikasi Perdagangan Bebas dan Proyek Pupuk

Sebagai tindak lanjut konkret dari pertemuan bilateral, kedua pemerintah sepakat memproses agenda ratifikasi perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan kawasan Eurasia. Kesepakatan dagang ini diarahkan untuk meruntuhkan hambatan tarif sekaligus memperluas akses pasar bagi komoditas ekspor nasional.

Langkah nyata lain yang diputuskan adalah pelaksanaan joint study atau kajian bersama terkait rencana investasi PT Pupuk Indonesia di Rusia. Studi kelayakan ini menjadi pijakan awal sebelum korporasi pelat merah tersebut merealisasikan penanaman modalnya secara langsung di sana.

Sinergi di sektor industri pupuk diproyeksikan memperkokoh ketersediaan bahan baku pertanian di dalam negeri. Bagi Indonesia, kepastian pasokan bahan baku merupakan fondasi krusial dalam menopang ketahanan pangan dan manufaktur domestik.

Mendorong Aliran Modal Dua Arah

Selain membidik ekspansi badan usaha milik negara ke luar negeri, lawatan diplomatik ini dirancang untuk membuka kran investasi dua arah secara seimbang. Pemerintah Indonesia secara terbuka mengundang kalangan pengusaha dan komunitas bisnis Rusia agar menanamkan modal mereka di berbagai proyek prioritas tanah air.

Masuknya modal asing di sektor energi dan mineral ditargetkan mampu memperkuat ketahanan energi dalam negeri dalam jangka panjang. Penguatan rantai pasok industri menjadi kebutuhan mendesak di tengah ketidakpastian jalur distribusi global saat ini.

Presiden Prabowo Subianto menyatakan situasi geopolitik internasional saat ini justru menjadi peluang bagi Indonesia guna memperkokoh daya tahan rantai pasok strategis nasional melalui diversifikasi mitra dagang.

Reporter: Redaksi