IHSG Menguat ke 6.639 pada Pembukaan Perdagangan, BBCA dan AMMN Tunjukkan Kinerja Positif

Layar monitor di Bursa Efek Indonesia menunjukkan pergerakan IHSG yang menguat ke level 6.639 pada pembukaan perdagangan.
Penulis: Redaksi
Selasa, 08 September 2026 | 17:28:31 WIB

KILASKINI.COM — Penguatan indeks pada pembukaan sesi perdagangan kali ini kembali didorong oleh aksi beli investor pada saham-saham perbankan dan sektor pertambangan. Kapitalisasi pasar bursa tercatat mencapai Rp11.652 triliun dengan nilai transaksi yang sudah berjalan di angka Rp2,368 triliun.

Penguatan IHSG pada pembukaan sesi pertama ini sejalan dengan pergerakan indeks acuan lainnya yang kompak menghijau. LQ45 tercatat naik 0,77 persen, IDX30 menguat 0,68 persen, dan KOMPAS100 berhasil mendaki 0,76 persen pada awal perdagangan.

Kinerja BBCA dan AMMN yang Menopang Penguatan Indeks

Dari lantai bursa, sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi motor penggerak utama laju indeks pagi ini. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan kenaikan 1,51 persen, menjadikannya salah satu kontributor terbesar bagi penguatan IHSG.

Di sektor lain, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga menunjukkan performa impresif dengan melesat 2,04 persen. Aksi beli terhadap saham emiten tambang ini turut mendongkrak sentimen positif pasar secara keseluruhan.

Saham-saham perbankan pelat merah juga tak ketinggalan berada di teritori positif. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat 0,59 persen, sementara PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 0,68 persen, memperkuat laju indeks di awal sesi.

Volume Transaksi dan Posisi Saham yang Melemah

Aktivitas perdagangan pada pembukaan sesi ini tercatat cukup ramai. Data bursa menunjukkan volume transaksi telah mencapai 6,833 miliar saham dengan nilai transaksi yang berjalan sebesar Rp2,368 triliun. Kapitalisasi pasar bursa pun berada di level Rp11.652 triliun.

Meski mayoritas indeks berada di zona hijau, tidak semua saham unggulan ikut menguat. PT Astra International Tbk (ASII) justru menjadi salah satu pemberat laju indeks setelah harganya terkoreksi 0,61 persen pada perdagangan pagi ini.

Para pelaku pasar masih mencermati pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar ini sebagai indikator arah sentimen perdagangan selanjutnya hingga penutupan sesi pertama nanti.

Reporter: Redaksi