6 Cara Jaga Kesehatan Anak di Daycare saat Hujan Abu Vulkanik
KILASKINI.COM — Paparan abu vulkanik tidak hanya mengganggu pernapasan, tetapi juga bisa memicu iritasi pada kulit dan mata anak. Kondisi ini menjadi lebih rumit ketika Si Kecil harus berinteraksi dengan teman-temannya di daycare, tempat di mana kuman dapat menyebar dengan cepat.
Kabar baiknya, kekebalan tubuh anak bisa diperkuat dari rumah. Dilansir dari Children's Choice, berikut enam cara yang bisa Bunda terapkan agar Si Kecil tetap sehat selama dititipkan di daycare di tengah kondisi hujan abu.
1. Perkuat Imun dengan Makanan Bergizi Seimbang
Pola makan yang kaya vitamin, mineral, dan antioksidan membantu tubuh anak melawan ancaman penyakit. Terapkan konsep "makan pelangi" dengan menyajikan aneka buah, sayuran, biji-bijian utuh, dan sumber protein berkualitas.
Vitamin C dari buah sitrus, stroberi, dan paprika sangat bermanfaat. Begitu pula Zinc yang terkandung dalam daging, produk susu, dan kacang-kacangan untuk mendukung sistem kekebalan tubuh.
2. Pastikan Si Kecil Cukup Minum Air Putih
Hidrasi yang baik membantu penyaluran oksigen ke sel-sel tubuh dan membuang racun. Namun, mengajak balita aktif minum air putih memang tantangan tersendiri.
Bunda bisa membuat kegiatan minum lebih menyenangkan dengan membiarkan Si Kecil memilih botol minum khusus berwarna menarik untuk dibawa ke daycare. Pastikan botol tersebut selalu terisi air bersih, terutama jika pasokan air di rumah terdampak abu.
3. Penuhi Kebutuhan Tidur yang Cukup
Saat tidur nyenyak, tubuh melepaskan protein bernama sitokin yang mendukung sistem kekebalan. Kurang tidur justru menurunkan produksi sitokin pelindung ini.
Pastikan Si Kecil tidur lebih awal di malam hari agar bangun dalam kondisi segar dan siap beraktivitas di daycare. Tidur yang berkualitas juga membantu memulihkan tubuh dari paparan polusi udara.
4. Ajarkan Kebiasaan Mencuci Tangan dan Etika Batuk
Kebiasaan menjaga kebersihan adalah garda terdepan mencegah penyebaran kuman. Fokuslah mengajarkan teknik mencuci tangan yang benar dengan sabun dan air mengalir.
Ajarkan juga cara menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin menggunakan lipatan siku, bukan telapak tangan. Bekali Si Kecil dengan masker cadangan di tasnya, terutama jika perjalanan ke daycare melewati area yang masih berdebu.
5. Lengkapi Imunisasi Dasar
Vaksinasi merupakan bagian krusial dari perlindungan kesehatan anak. Pastikan jadwal imunisasi Si Kecil tidak tertunda, karena vaksin membantu tubuh membangun kekebalan terhadap penyakit infeksi yang rentan menular di tempat umum.
Jika ragu dengan jadwal imunisasi di tengah kondisi hujan abu, konsultasikan dengan dokter anak untuk opsi penjadwalan ulang yang aman.
6. Cegah Paparan Abu di Rumah dan Perjalanan
Langkah pencegahan dimulai dari rumah. Menurut panduan CDC, tutup rapat jendela dan pintu untuk mencegah abu masuk. Jika menggunakan air purifier, ganti filter sekali pakai atau bersihkan filter permanen secara berkala.
Saat mengantar Si Kecil, tutupi kulitnya dengan pakaian lengan panjang dan kenakan kacamata pelindung untuk mencegah iritasi mata. Gunakan masker anti debu N95 untuk melindungi saluran pernapasan dari partikel abu halus.
Kapan Harus Waspada dan Konsultasi ke Dokter?
Anak-anak di daycare memang rentan jatuh sakit karena mereka berbagi mainan dan menyentuh permukaan yang sama. Penelitian dari University of Alabama in Birmingham menunjukkan, kejadian penyakit saluran pernapasan sering meningkat pada beberapa bulan pertama setelah anak mulai masuk daycare.
Segera hubungi dokter jika Si Kecil mengalami batuk terus-menerus, sesak napas, mata merah berair, atau demam setelah beraktivitas di luar rumah. Penanganan dini membantu mencegah kondisi memburuk di tengah kualitas udara yang belum pulih.
Menjaga kesehatan anak di daycare saat hujan abu memang butuh usaha ekstra. Dengan enam langkah di atas dan komunikasi baik dengan pengelola daycare, Bunda bisa tetap tenang bekerja sambil memastikan Si Kecil terlindungi.