BTN Kejar Kredit Non-Perumahan 30 Persen pada 2030

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menyampaikan target kredit non-perumahan 30 persen pada 2030 dalam Public Expose Live 2026 di Jakarta.
Penulis: Rendra
Jumat, 11 September 2026 | 08:01:02 WIB

KILASKINI.COM — Target itu disampaikan Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu dalam Public Expose Live 2026 di Jakarta, Kamis (10/9/2026). Menurut dia, ekspansi ke sektor non-perumahan bukan berarti BTN meninggalkan bisnis intinya.

Beyond Mortgage Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Strategi Beyond Mortgage dirancang untuk memperluas sumber pertumbuhan di luar bisnis perumahan. BTN menyasar segmen yang masih nyambung dengan basis nasabah dan ekosistem yang sudah dibangun perseroan.

"BTN tetap menjadi bank yang fokus pada sektor perumahan. Namun, kebutuhan nasabah tidak berhenti ketika mereka memiliki rumah. Melalui Beyond Mortgage, kami ingin hadir lebih luas dalam kebutuhan finansial nasabah sekaligus masuk ke ekosistem-ekosistem baru yang memiliki potensi bisnis besar," ujar Nixon.

Peningkatan porsi kredit non-perumahan berjalan bertahap. Dari 18,0 persen pada akhir 2025, angkanya naik menjadi 20,4 persen per Juni 2026. Sisanya, sekitar 79,6 persen, masih berasal dari kredit perumahan.

Akuisisi Portofolio Kredit Jadi Jalan Pintas

Untuk mempercepat diversifikasi, BTN menempuh dua jalur sekaligus: organik dan anorganik. Jalur anorganik ditempuh lewat akuisisi portofolio kredit secara selektif.

Langkah itu dinilai bisa memperbesar basis nasabah sekaligus mengerek kontribusi bisnis non-perumahan tanpa harus membangun semuanya dari nol. BTN belum merinci nilai atau target akuisisi yang sedang dijajaki.

Dampak ke Nasabah dan Pasar

Bagi nasabah existing, strategi ini membuka akses pembiayaan yang lebih luas — tidak berhenti di KPR. Nasabah yang sudah punya rumah bisa mengakses produk lain seperti kredit usaha, kredit kendaraan, atau pembiayaan konsumsi lain di ekosistem BTN.

Dari sisi pasar, target 30 persen pada 2030 menjadi sinyal bahwa BTN ingin mengurangi ketergantungan pada satu segmen. Bank yang terlalu bergantung pada KPR lebih rentan terhadap perubahan suku bunga dan kebijakan properti.

Posisi 20,4 persen per Juni 2026 menunjukkan diversifikasi sudah berjalan, meski jalannya masih panjang. Butuh kenaikan sekitar 9,6 poin persentase dalam empat tahun untuk mencapai target 2030.

BTN belum membeberkan rincian sektor non-perumahan mana yang paling agresif digarap. Yang jelas, arahnya sudah dipatok: bank pelat merah ini ingin jadi pemain yang lebih luas di pasar kredit Indonesia, dengan perumahan tetap sebagai fondasi.

Reporter: Rendra