Pertamina Tambah Pasokan BBM Subsidi di Sulsel, 25 SPBU Makassar Buka 24 Jam

Petugas mengisi bahan bakar minyak bersubsidi ke kendaraan di SPBU Makassar.
Penulis: Rendra
Minggu, 13 September 2026 | 05:01:31 WIB

KILASKINI.COM — PT Pertamina Patra Niaga memperkuat distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sulawesi Selatan. Langkah ini diambil setelah permintaan BBM bersubsidi meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Peningkatan permintaan itu memicu antrean panjang di beberapa SPBU. Pertamina merespons dengan menambah pasokan ke terminal BBM dan mengoptimalkan operasional SPBU.

Solar Subsidi Naik 10-15 Persen

Pertamina mencatat kebutuhan Solar Jenis BBM Tertentu (JBT) naik sekitar 10-15 persen sepanjang Juni hingga Agustus 2026. Kenaikan itu terjadi di tengah aktivitas ekonomi dan mobilitas warga yang meningkat.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan pihaknya menyesuaikan penyaluran untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.

"Pertamina terus meningkatkan pasokan ke terminal BBM untuk memperkuat suplai ke Makassar agar ketersediaan tetap aman. Kami juga mengoptimalkan operasional SPBU dan distribusi agar kebutuhan masyarakat terpenuhi," kata Kitty dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (12/9/2026).

25 SPBU di Makassar Beroperasi 24 Jam

Sejumlah langkah operasional ditempuh Pertamina. Mobil tangki dioperasikan selama 24 jam untuk mempercepat pengiriman BBM ke SPBU.

Di Makassar, 25 SPBU dioperasikan penuh selama 24 jam. Pertamina juga menambah nozzle Pertalite di sejumlah SPBU untuk mempercepat pelayanan dan memangkas waktu antre.

Penambahan nozzle dinilai penting karena antrean tidak hanya terjadi di jalur Solar, tetapi juga di jalur Pertalite yang menjadi bahan bakar utama sebagian besar kendaraan pribadi.

Stok Aman, Warga Diminta Tidak Borong BBM

Pertamina memastikan stok BBM tetap tersedia selama periode peningkatan permintaan ini. Perusahaan juga memantau kondisi lapangan dan menyesuaikan pasokan sesuai kebutuhan tiap daerah.

"Kami terus memantau kondisi di lapangan dan menyesuaikan pasokan sesuai kebutuhan. Masyarakat diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan agar pelayanan berjalan lancar," ujar Kitty.

Imbauan itu menyasar pembelian berlebihan yang bisa memperparah antrean. Pembelian di luar kebutuhan normal berpotensi mengosongkan stok di SPBU tertentu lebih cepat dari perkiraan.

Waspadai Calo dan Penimbun BBM

Masyarakat yang menemukan indikasi penimbunan atau praktik calo di SPBU dapat melaporkannya ke kanal pengaduan resmi Pertamina. Kanal itu mencakup Call Center 135 dan aplikasi MyPertamina.

Pertamina belum merinci jadwal penambahan pasokan per wilayah maupun total volume tambahan yang disalurkan ke Sulsel. Informasi lengkap soal kuota dan jadwal distribusi dapat diakses melalui kanal resmi Pertamina Patra Niaga.

Reporter: Rendra