Pertamina Kembangkan Biometrik untuk Subsidi BBM dan Elpiji Tepat Sasaran
KILASKINI.COM — Pertamina Patra Niaga tengah membangun sistem biometrik dan memperkuat basis data untuk memastikan penyaluran BBM serta elpiji bersubsidi lebih tepat sasaran. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menuju sistem subsidi yang lebih akurat, menyusul alokasi subsidi energi Rp210,1 triliun atau 65,87 persen dari total anggaran subsidi APBN 2026 yang mencapai Rp318,9 triliun.
Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menyatakan sistem tersebut telah disiapkan untuk kedua komoditas energi. "Kami sudah menyiapkan sistem bentuk subsidi tepat dan ini untuk BBM dan elpiji," ujarnya dalam temu media di Yogyakarta, Jumat.
Biometrik Elpiji 3 Kg Masih Tahap Pengujian
Untuk elpiji bersubsidi, Pertamina sudah menerapkan Merchant Apps Pertamina (MAP) yang mewajibkan konsumen memasukkan nomor induk kependudukan (NIK) saat membeli elpiji 3 kg. Sistem ini kini dikembangkan lebih lanjut ke arah biometrik.
"Sekarang kami sedang kembangkan ke arah biometrik dengan Dukcapil. Kami lagi bekerja sama untuk bisa nanti transaksi elpiji dengan menggunakan biometrik," jelas Eko. Ia menambahkan, penerapan pembelian elpiji 3 kg dengan biometrik masih dalam tahap pengujian.
BBM Subsidi Masih Pakai Kode Batang MyPertamina
Untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar, Pertamina saat ini menggunakan kode batang melalui aplikasi MyPertamina. Perusahaan juga menjalin kerja sama dengan kementerian, lembaga, dan instansi terkait untuk memperkuat basis data kendaraan.
Penguatan basis data ini berkaitan dengan rencana pemerintah mengatur pembelian BBM bersubsidi agar penyalurannya lebih tepat sasaran. "Kami belum tahu kebijakannya nanti apakah menggunakan kebijakan pengaturan desil maupun tipe kendaraan. Kami sedang menunggu arahan dari pemerintah," kata Eko.
Pembatasan Pertalite Desil 9-10 Belum Diputuskan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia sebelumnya menyatakan pembatasan penyaluran Pertalite bersubsidi bagi masyarakat desil 9-10 masih menunggu validasi data. Pemerintah masih memeriksa ketepatan data desil masyarakat untuk memastikan kebijakan tersebut tepat sasaran.
Jika digabung dengan kompensasi, total anggaran pemerintah untuk ketahanan energi mencapai Rp381,3 triliun. Angka ini menunjukkan besarnya beban fiskal yang ingin ditekan melalui perbaikan sistem penyaluran subsidi.
Apa Artinya bagi Konsumen Saat Ini
Bagi pembeli elpiji 3 kg, kewajiban memasukkan NIK lewat Merchant Apps Pertamina sudah berlaku. Tahap biometrik belum diterapkan secara nasional karena masih diuji bersama Dukcapil.
Bagi pengguna Pertalite dan Biosolar, pendaftaran lewat MyPertamina masih menjadi syarat pembelian bersubsidi. Belum ada aturan resmi baru soal pembatasan berdasarkan desil atau tipe kendaraan.
Cara Memastikan Data Anda Terdaftar
- Unduh aplikasi MyPertamina untuk kendaraan, lalu daftarkan nomor polisi dan data pemilik.
- Untuk elpiji 3 kg, siapkan NIK saat bertransaksi di pangkalan resmi yang menggunakan Merchant Apps Pertamina.
- Pastikan data kependudukan Anda di Dukcapil sudah padan dengan NIK yang digunakan, karena biometrik akan merujuk ke data tersebut.
- Pantau pengumuman resmi Pertamina dan Kementerian ESDM untuk jadwal uji coba biometrik di wilayah Anda.
Informasi lengkap mengenai tahapan, jadwal, dan cakupan wilayah penerapan biometrik dapat diakses melalui kanal resmi Pertamina Patra Niaga dan Kementerian ESDM.
Masyarakat diimbau waspada terhadap pihak yang mengaku bisa mendaftarkan atau mempercepat penerimaan subsidi dengan biaya tertentu. Pendaftaran dan pembaruan data resmi tidak dipungut biaya.