Pencarian

El Nino dan IOD Positif Picu Cuaca Ekstrem di Indonesia

Selasa, 15 September 2026 • 10:41:01 WIB
El Nino dan IOD Positif Picu Cuaca Ekstrem di Indonesia
WMO memproyeksikan potensi El Nino dan IOD positif yang dapat memicu cuaca ekstrem di Indonesia.

KILASKINI.COM — Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) merilis proyeksi bahwa tahun 2026 memiliki peluang besar menjadi salah satu periode iklim paling ekstrem dalam sejarah modern. Studi terbaru mengidentifikasi potensi pertemuan antara El Nino yang berkembang kuat di Samudra Pasifik dengan Indian Ocean Dipole (IOD) di Samudra Hindia sekitar bulan September.

Pertemuan kedua fenomena atmosferik ini bukan sekadar catatan akademis, melainkan peringatan dini bagi sektor pertanian, logistik, dan manajemen bencana di kawasan tropis. Dampaknya bersifat lintas benua, namun untuk wilayah Indonesia, konsensus ilmiah menunjukkan arah yang jelas menuju kondisi lebih kering dari rata-rata.

Kombinasi Dua Anomali Iklim

El Nino adalah pemanasan suhu permukaan laut di Pasifik tengah dan timur, sementara IOD merupakan kontras suhu antara bagian barat dan timur Samudra Hindia tropis. Ketika keduanya bertemu dalam fase positif, mereka cenderung saling memperkuat sinyal cuaca global.

Ross Salawitch dari University of Maryland menjelaskan bahwa dampak gabungan ini bervariasi secara geografis. Di Australia dan Indonesia, interaksi El Nino dan IOD positif relatif mudah diprediksi dampaknya: peningkatan suhu udara dan penurunan curah hujan signifikan.

"Mereka cenderung saling memperkuat, dengan dampak yang sangat bervariasi menurut wilayah," kata Salawitch. Kondisi panas dan kering ini secara langsung menaikkan indeks risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sebuah ancaman tahunan yang kini mendapat penguat dari faktor iklim global.

Tantangan Prediksi Monsoon India

Dampak lain yang krusial terlihat di Asia Selatan, khususnya India. Ankur Srivastava, ahli pemodelan iklim Institut Meteorologi Tropis India, mencatat bahwa monsun India sempat mengalami defisit curah hujan akibat El Nino selama Juli dan Agustus.

Srivastava memperkirakan bahwa jika IOD positif berkembang cukup kuat, fenomena ini bisa memompa kelembapan dan menetralkan defisit tersebut di akhir musim. Namun, skenario optimis ini tidak selalu terjadi. Jika IOD positif gagal menguat, India berisiko menghadapi kekeringan berkepanjangan.

Departemen Meteorologi India mengonfirmasi dominasi efek El Nino sejak awal musim hujan. Hal ini membuat potensi pemulihan dari IOD positif menjadi terbatas hanya pada akhir musim. Ancaman lainnya adalah jeda monsun yang panjang, yang justru meningkatkan risiko banjir bandang dan tanah longsor ketika hujan intensitas tinggi tiba-tiba turun setelah periode kering.

Kompleksitas Model Iklim Regional

Mengapa prediksi cuaca gabungan ini sulit dilakukan? Swadhin Behera dari Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology (JAMSTEC) menyatakan bahwa banyak proses fisik yang saling berinteraksi di atmosfer dan samudra.

Selain ENSO (El Nino-Southern Oscillation) dan IOD, curah hujan juga dipengaruhi oleh interaksi permukaan darat-atmosfer, dataran tinggi Himalaya-Tibet, dan Madden-Julian Oscillation (MJO). "Peran gabungan ENSO dan IOD pada monsun India tidak sederhana," ujar Behera.

Studi JAMSTEC menemukan bahwa pengaruh ENSO terhadap curah hujan monsun musim panas di India kembali meningkat pada dekade ini, setelah sebelumnya relatif lemah. Kalpesh Ravindra Patil, ilmuwan iklim JAMSTEC lainnya, menambahkan bahwa sinyal samudra dari Hindia selatan dan timur juga berperan penting bagi pola hujan di India bagian selatan dan barat.

Bagi pelaku bisnis digital dan investor startup di Indonesia, volatilitas cuaca ini berdampak pada rantai pasok komoditas dan operasional logistik. Pemantauan data meteorologi real-time menjadi kebutuhan strategis, bukan lagi opsional, mengingat probabilitas kejadian iklim ekstrem yang terus naik.

Sumber: cnnindonesia.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks