Pencarian

NASA Bangun Jaringan Internet Mars Senilai Rp 11,5 Triliun, Ada Keterbatasan Fisik yang Tak Bisa Diatasi

Sabtu, 05 September 2026 • 06:00:32 WIB
NASA Bangun Jaringan Internet Mars Senilai Rp 11,5 Triliun, Ada Keterbatasan Fisik yang Tak Bisa Diatasi
NASA menugaskan Blue Origin membangun wahana komunikasi Mars senilai maksimum USD700 juta untuk mendukung eksplorasi antariksa.

KILASKINI.COM — Membangun infrastruktur telekomunikasi di luar angkasa bukan lagi sekadar wacana. NASA melalui kontrak senilai maksimum USD700 juta (sekitar Rp 11,5 triliun dengan kurs Rp 16.500) telah menugaskan Blue Origin untuk merancang, membangun, meluncurkan, dan mengoperasikan wahana komunikasi yang akan mengorbit Mars.

Wahana bernama Mars Telecommunications Orbiter (MTO) itu dijadwalkan diserahkan kepada NASA paling lambat 31 Desember 2028. Jaringan komunikasi ini ditargetkan mulai beroperasi sekitar tahun 2030.

Mengapa NASA Membutuhkan Jaringan Khusus Mars?

Kebutuhan ini muncul karena sistem relay yang ada saat ini semakin terbatas. Rover seperti Perseverance dan Curiosity selama ini mengandalkan wahana pengorbit Mars sebagai perantara sebelum data diteruskan ke antena raksasa Bumi melalui Deep Space Network milik NASA.

Seluruh gambar permukaan Mars yang dikirim sejak 2004 menggunakan mekanisme relay semacam ini. Ketika misi robotik bertambah dan rencana pendaratan manusia kian dekat, kapasitas transmisi data yang ada diprediksi tidak akan mencukupi.

MTO dirancang sebagai tulang punggung komunikasi yang melayani banyak misi sekaligus, mengirim data ilmiah, gambar resolusi tinggi, hingga informasi navigasi. Tory Bruno, Presiden Blue Origin National Security, menyebut sistem ini sebagai fondasi program eksplorasi Mars Amerika untuk dekade mendatang.

Internet Kencang Tidak Berarti Tanpa Jeda

Istilah "internet Mars" perlu diluruskan. Kecepatan transfer data memang bisa ditingkatkan secara signifikan, tetapi kecepatan rambat sinyal tidak bisa melampaui hukum fisika. Jarak Bumi dan Mars berubah-ubah mengikuti orbit keduanya.

Pada jarak terdekat, sinyal membutuhkan sekitar 3 menit untuk perjalanan satu arah. Ketika kedua planet berada di titik terjauh, waktu tempuhnya membengkak hingga sekitar 22 menit. Implikasinya langsung terasa: seorang astronaut di Mars yang mengirim pesan ke Bumi harus menunggu puluhan menit hanya untuk mendapat balasan.

NASA sendiri telah mengidentifikasi keterlambatan komunikasi ini sebagai salah satu tantangan terbesar misi berawak. Kru dan sistem di Mars harus mampu beroperasi mandiri karena kendali langsung dari Bumi secara real-time tidak mungkin dilakukan.

Teknologi Laser yang Sudah Diuji dari Jarak 460 Juta Kilometer

Di tengah keterbatasan itu, ada harapan dari teknologi komunikasi optik. Deep Space Optical Communications (DSOC) yang dikembangkan NASA menggunakan sinar laser sebagai pengganti gelombang radio konvensional.

Potensi kecepatannya jauh di atas sistem yang dipakai wahana antariksa saat ini, sekitar 10 hingga 100 kali lebih tinggi. Dalam pengujian yang dilakukan NASA, video ultra-high-definition berhasil dikirim dari wahana Psyche ke Bumi dengan kecepatan hingga 267 megabit per detik dari jarak 31 juta kilometer.

Pengujian yang lebih menantang terjadi pada Juli 2024. Sinyal laser berhasil dikirim dari Bumi menuju wahana Psyche yang berada di jarak sekitar 460 juta kilometer, angka yang hampir setara dengan jarak maksimum Bumi-Mars. Pada pengujian lain dari jarak 400 juta kilometer, sistem ini mencatat kecepatan transfer 8,3 Mbps.

Abhijit Biswas dari NASA Jet Propulsion Laboratory mengatakan demonstrasi tersebut bekerja sangat baik dan melampaui ekspektasi awal para peneliti.

Meski menjanjikan, komunikasi laser punya kelemahan struktural. Berbeda dengan gelombang radio yang relatif toleran terhadap berbagai kondisi, komunikasi optik menuntut jalur yang bersih antara pemancar dan penerima. Gangguan sekecil apa pun di ruang antarplanet bisa memutus koneksi.

Artinya, infrastruktur komunikasi Mars masa depan kemungkinan akan mengombinasikan relay radio berkapasitas besar dengan tautan optik berkecepatan tinggi. Keduanya tetap tunduk pada aturan main yang sama: pesan dari Mars ke Bumi butuh waktu, dan tidak ada perusahaan antariksa yang bisa mengubah itu.

Sumber: inet.detik.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks