Pencarian

Australia Terekam GPS Bergerak 7 Cm per Tahun Menuju Asia Tenggara

Jumat, 04 September 2026 • 13:23:31 WIB
Australia Terekam GPS Bergerak 7 Cm per Tahun Menuju Asia Tenggara
Australia terekam bergeser 7 cm per tahun menuju Asia Tenggara berdasarkan pengukuran GPS dan sistem navigasi satelit.

KILASKINI.COMAngka 7 cm memang tampak sepele. Namun dalam skala geologis, angka ini mampu menggeser seluruh daratan benua hingga ribuan kilometer. Pengukuran berbasis GPS dan sistem navigasi satelit merekam perpindahan itu dengan presisi tinggi, bahkan mampu mendeteksi pergerakan tahunan yang tidak bisa dirasakan manusia.

Dalam satu juta tahun, jika kecepatan dianggap konstan, Australia bisa bergeser sekitar 70 km. Proyeksi matematis dalam 10 juta tahun mencapai 700 km. Meski arah dan laju lempeng tektonik dapat berubah, simulasi ini menunjukkan bagaimana gerakan kecil yang nyaris tak terasa mampu mengubah wajah Bumi.

Apa Dampaknya untuk Indonesia dan Asia Tenggara?

Bagi Indonesia, pergerakan ini bukan sekadar fenomena peta. Lempeng yang membawa Australia telah berinteraksi dengan wilayah Asia Tenggara, tepatnya di sekitar kepulauan Indonesia dan Papua. Zona ini dikenal sebagai salah satu area tektonik paling kompleks di dunia.

Lempeng dan fragmen kerak Bumi di kawasan ini saling bertabrakan, menunjam, terlipat, dan bergeser. Proses tersebut membantu membentuk pegunungan, memicu gempa bumi, serta memengaruhi aktivitas vulkanik di sepanjang busur kepulauan Indonesia. Tekanan dari pergerakan Australia terus berlangsung setiap tahun, kendati tidak terasa secara langsung oleh penduduk.

Menuju Superkontinen Masa Depan

Sejarah mencatat bahwa sekitar 200 juta tahun lalu, sebagian besar daratan Bumi tergabung dalam satu super benua bernama Pangaea. Daratan itu kemudian pecah dan menyusun benua-benua seperti yang dikenal sekarang. Para ilmuwan meyakini siklus tersebut belum berhenti.

Kutipan dari Prof Zheng-Xiang Li dari Curtin University menjelaskan tren yang terukur dari data GPS global.

"Jika tren ini berlanjut, dalam satu atau dua ratus juta tahun Samudra Pasifik akan menutup dan membawa Amerika bertabrakan dengan benua Eurasia, sementara benua Australia akan bergabung dengan superkontinen masa depan 'Amasia'," ujarnya seperti dikutip dari Science Blog.

Model geodinamika memperkirakan dalam 200-300 juta tahun benua-benua kembali berkumpul membentuk super benua baru. Skenario yang cukup dikenal adalah Amasia, gabungan dari Amerika dan Asia. Dalam model ini, Samudra Pasifik perlahan menyempit, Amerika bergerak ke arah Asia, dan Australia yang terus melaju ke utara ikut terseret ke dalam pertemuan tersebut.

Apakah Amasia Kepastian?

Para ilmuwan tidak menganggap peta Amasia sebagai ramalan pasti. Pergerakan lempeng dapat berubah ketika terjadi pembentukan zona subduksi baru, perubahan batas lempeng, tumbukan antar-benua, atau pergeseran aliran material di mantel Bumi.

Yang lebih pasti adalah benua-benua sedang bergerak sekarang. Bagi kawasan Indonesia, pergerakan Australia yang terus berlangsung menjadikan wilayah ini tetap menjadi laboratorium tektonik aktif yang memengaruhi risiko gempa dan dinamika geologi jangka panjang di Asia Tenggara.

Sumber: inet.detik.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks