Pencarian

Ancaman Karhutla El Nino Membayangi Sulawesi Utara pada September, Pemerintah Pusat Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca

Jumat, 04 September 2026 • 04:26:31 WIB
Ancaman Karhutla El Nino Membayangi Sulawesi Utara pada September, Pemerintah Pusat Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan keterangan pers mengenai perpanjangan operasi modifikasi cuaca untuk penanganan karhutla di Jakarta, Selasa (9/9/2025).

JAKARTA — Pemerintah menggencarkan berbagai langkah pencegahan dan penanggulangan karhutla menghadapi puncak El Nino yang diprediksi terjadi pada bulan September. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa kewaspadaan tetap harus ditingkatkan karena Indonesia belum sepenuhnya keluar dari ancaman kekeringan akibat fenomena iklim tersebut.

Tren Titik Panas Menurun, Kewaspadaan Belum Bisa Dilonggarkan

Pada akhir Agustus, pemerintah mencatat adanya tren penurunan titik panas atau hotspot di enam provinsi prioritas. Penurunan ini didorong kerja keras petugas di lapangan, operasi modifikasi cuaca, hingga water bombing. Meski begitu, kondisi alam belum sepenuhnya mendukung.

"Ini menurun sekali lagi kontribusi demikian banyak faktor. Tadi di darat teman-teman bekerja keras, OMC bergerak, water bombing bergerak, kira-kira demikian. Tapi dari segi nature-nya, kita belum keluar dari ancaman El Nino ini," ujar Menhut dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

September Dinyatakan Sebagai Bulan Perjuangan Penanganan Karhutla

Puncak El Nino yang memicu kekeringan ekstrem diyakini terjadi pada September. Menhut Raja Juli Antoni menyebut periode ini sebagai ujian bagi semua pihak dalam pengendalian kebakaran lahan.

"Karhutla masa El Nino ini belum sama sekali, kita belum aman. Saya katakan tadi September ini adalah bulan perjuangan, ladang perjuangan kita," katanya.

Operasi Modifikasi Cuaca Diperpanjang di Enam Provinsi Prioritas

Salah satu strategi utama pemerintah adalah mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Operasi ini dilakukan untuk membasahi lahan serta menjaga tinggi muka air tanah guna menekan potensi karhutla.

Untuk memperluas peluang hujan buatan, Menhut telah berkoordinasi dengan sejumlah otoritas terkait. "Saya sudah berkoordinasi juga kemarin di Riau, di Sumsel, di Kalimantan Barat dengan Danlanud, dengan Kepala Bandara untuk mengizinkan pesawat OMC terbang sampai tengah malam sekalipun, kalau memang potensi awan hujannya ada," jelasnya.

Bantuan Helikopter Jepang dan Percepatan Pembasahan Lahan

Pemerintah juga terus mengerahkan pembasahan lahan melalui water bombing untuk mengejar titik api di lapangan. Dukungan internasional pun datang, Jepang menyiapkan tiga helikopter untuk membantu operasi penanganan karhutla di Indonesia.

Manggala Agni Kementerian Kehutanan masih berupaya melakukan pemadaman di sejumlah titik. Arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menambah sumur bor dan sekat kanal terus dilakukan guna memastikan kelembapan tanah gambut. Penambahan alat bagi petugas di lapangan juga telah direalisasikan.

Kendala Sumber Air Masih Menjadi Tantangan Terbesar

Meski perlengkapan teknis mulai terpenuhi, realitas di lapangan menunjukkan keterbatasan sumber air menjadi hambatan utama upaya pemadaman.

"Jadi sekali lagi dari segi teknis InsyaAllah apa yang diminta oleh teman-teman daerah terpenuhi. Namun realitas lapangan sumber air tetap menjadi kendala. Meskipun tadi sumur bor sudah datang. Kemudian ada rencana sekat kanal yang tetap dikerjakan," tuturnya.

Oleh karena itu, pembasahan terus difokuskan di sumber api. "Kemarin masih ada water bombing kita kerahkan kami minta supaya untuk mengejar ujung api, membasahi ujungnya," demikian kata Raja Juli Antoni.

Sumber: manado.antaranews.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks