YOGYAKARTA — Otoritas Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Nepal melaporkan tambahan korban jiwa sebanyak 77 orang dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, surat kabar Kathmandu Post memberitakan jumlah korban tewas mencapai 1.127 orang, namun kini angka resmi pemerintah menembus 1.204 jiwa.
Wilayah terdampak utama berada di bagian utara Nepal yang disapu banjir bandang pada Rabu pagi, 26 Agustus lalu. Bencana ini dipicu luapan Sungai Bhote Koshi setelah aliran air deras dari China menerjang hulu sungai tersebut.
323 Warga Asing Berhasil Diselamatkan
Badan penanggulangan bencana setempat mencatat sebanyak 330 warga negara asing berhasil dievakuasi dari lokasi terdampak hingga Selasa (1/9). Operasi penyelamatan masih berlanjut di sejumlah titik yang terputus akses daratnya.
Air bah yang datang tiba-tiba menghanyutkan permukiman dan merusak infrastruktur di sepanjang aliran sungai. Proses evakuasi korban yang masih terjebak di daerah terisolasi menjadi prioritas utama tim gabungan.
Gletser Menyusut dan Tanah Longsor Jadi Pemicu
Kepala Otoritas Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Nepal menjelaskan bahwa banjir terjadi setelah gletser di kawasan Himalaya menyusut secara signifikan. Kondisi itu kemudian memicu tanah longsor besar yang melepaskan material dalam jumlah masif ke aliran sungai.
Material longsor tersebut menyebabkan debit air Sungai Bhote Koshi melonjak drastis dalam waktu singkat. Aliran deras yang menerjang permukiman warga di lembah sungai menjadi penyebab utama banyaknya korban yang tidak sempat menyelamatkan diri.
Dampak Bencana yang Belum Bisa Diprediksi Penuh
Hingga berita ini diturunkan, tim pencari korban masih bekerja di beberapa kecamatan yang aksesnya sulit dijangkau. Data jumlah pengungsi dan kerusakan bangunan belum dirilis secara lengkap oleh pemerintah Nepal.
Banjir bandang di Nepal kali ini tercatat sebagai salah satu bencana hidrometeorologi terparah dalam sejarah negara tersebut. Pemerintah Nepal sebelumnya pernah menghadapi bencana serupa pada 2014 dan 2016, namun jumlah korban kali ini jauh lebih tinggi karena luapan berasal dari gletser yang menyusut di ketinggian.
Sumber informasi melalui laporan Xinhua yang dikutip pada pekan ini masih terus dimutakhirkan seiring berjalannya proses evakuasi dan pencarian korban di lapangan.