JEMBRANA — I Komang Tedy Arsa Bantara Putra, warga Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Guyana, Amerika Selatan. Korban yang berangkat untuk kedua kalinya sebagai pekerja offshore itu baru tiba di negara tersebut dan akan kembali bekerja.
Perbekel Desa Perancak, I Nyoman Wijana, membenarkan kabar duka tersebut. Informasi awal diterima dari kepala lingkungan setempat setelah keluarga dihubungi manajemen perusahaan tempat Tedy bekerja.
Mengapa Insiden di Jalan Raya Timehri Menjadi Fatal
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi pada Jumat (27/8/2026) dini hari waktu setempat. Tedy bersama sejumlah pekerja lainnya baru saja dijemput dari bandara dengan mobil travel perusahaan menuju lokasi tempat kerja.
Dalam perjalanan, kendaraan yang ditumpangi rombongan terlibat kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan di Jalan Raya Timehri. Akibat benturan keras tersebut, selain menewaskan Tedy, seorang WNI lain bernama Edy Ansyori Sukri asal Batam juga meninggal dunia di lokasi kejadian.
"Laporan kaling (kepala lingkungan) memang benar ada warga kita mengalami kecelakaan di luar negeri. Yang bersangkutan sudah sampai di bandara kemudian dijemput oleh mobil travel menuju tempat kerja," ungkap Wijana saat dikonfirmasi, Minggu (30/8/2026).
Pihak Desa dan Keluarga Siapkan Administrasi Pemulangan
Pemerintah Desa Perancak saat ini mendampingi keluarga korban untuk mengurus berbagai keperluan administrasi yang dibutuhkan dalam proses pemulangan jenazah ke tanah air.
"Kami, Pemerintah Desa Perancak turut mendampingi keluarga korban, terutama dalam mengurus berbagai keperluan administrasi yang dibutuhkan untuk proses pemulangan jenazah," kata Wijana.
Proses pemulangan jenazah Tedy masih dalam tahap koordinasi. Pihak terkait menunggu penanganan dan penyelidikan dari otoritas setempat sebelum jenazah diterbangkan ke Indonesia.
"Yang bersangkutan (Tedy) berangkat untuk yang kedua kalinya. Ia berangkat pada tanggal 26 Agustus 2026 ke kapal offshore. Untuk informasi selanjutnya akan kami infokan lagi," ujar Wijana.
Pemkab Jembrana Berkoordinasi dengan BP3MI Bali
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Nakerperin) Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BP3MI Bali dan aparat desa setempat untuk mengawal proses pemulangan jenazah.
"Secara lisan kami sudah berkoordinasi dengan pihak BP3MI Bali dan dengan aparat desa setempat. Rencananya Senin besok kami akan ke rumah duka," ujarnya.
Pihaknya fokus memfasilitasi kepulangan dan penjemputan serta memastikan hak-hak almarhum dan keluarga terpenuh. "Kami fokus memfasilitasi kepulangan dan penjemputan serta memastikan hak-hak almarhum dan keluarga terpenuh," imbuhnya.
Keluarga korban berharap proses pemulangan jenazah dapat segera diselesaikan sehingga almarhum Komang Tedy dapat dimakamkan di tanah kelahirannya secara layak.