JAKARTA — Pelita Jaya Basketball butuh energi segar setelah dua musim beruntun kalah di Final IBL. Kehadiran Yesaya Alessandro Saudale diharapkan menjadi jawaban dari kebutuhan itu.
Kepulangan playmaker kelahiran Jakarta ini sekaligus menandai peran yang lebih besar dibanding musim-musim sebelumnya. Sebelum dipinjamkan ke Tangerang Hawks, ia lebih banyak menjadi pelapis di lini belakang Pelita Jaya.
Meninggalkan Zona Nyaman demi Menit Bermain
Keputusan Yesaya menerima pinangan Tangerang Hawks pada awal musim lalu sempat dianggap berisiko. Ia rela keluar dari klub ibu kota demi kesempatan tampil lebih reguler.
Hasilnya, menit bermainnya melonjak hingga rata-rata 30,3 menit per pertandingan. Angka itu mengalahkan catatan terbaik sebelumnya bersama Indonesia Patriots di musim 2022 yang menempatkannya di 30,5 menit per laga.
Kontribusi Nyata di Setiap Lini
Dalam 18 pertandingan bersama Hawks, termasuk satu laga playoff, Yesaya mencatat rata-rata:
- 7,8 poin per pertandingan
- 5,3 rebound per pertandingan
- 6,0 assist per pertandingan
- 2,5 steal per pertandingan
Kemampuan distribusi bola menjadi peningkatan paling mencolok. Pada musim reguler, ia menorehkan rata-rata 6,1 assist per laga, angka yang menjadi salah satu penentu gelar Most Improved Player IBL GoPay 2026.
Bekal Percaya Diri untuk Musim Baru
Pengalaman membela klub di luar Jakarta itu membuat Yesaya kembali dengan kepercayaan diri yang lebih matang. Ia kini memahami peran yang bisa dijalankan ketika tim membutuhkan playmaker agresif dan visioner.
Pelita Jaya berharap kehadirannya mampu membangkitkan semangat tim setelah gagal meraih gelar dalam dua edisi Final IBL terakhir. Dengan usia yang masih muda, Yesaya punya ruang berkembang lebih jauh di klub yang pernah membesarkan namanya.