KILASKINI.COM — Ancaman karhutla tahun ini tidak hanya berhenti pada kabut asap yang mencekik warga. Untuk pertama kalinya dalam beberapa pekan terakhir, api telah merangsek mendekati instalasi strategis hulu migas, memaksa operator seperti Petrochina dan bp bergerak cepat memadamkan titik api sebelum menjalar ke aset produksi.
Api 100 Meter dari Tangki Raksasa bp Tangguh
Situasi paling kritis terjadi di Bintuni, Papua Barat. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengungkapkan, kebakaran semak dan hutan yang sebelumnya berjarak 600 meter kini tinggal sekitar 100 meter dari tangki kondensate milik bp Tangguh.
“Telah terjadi kebakaran semak & hutan di Papua dari jarak 600 meter kini semakin dekat dengan jarak +/- 100 meter ke tanki kondensate bp Tangguh Bintuni,” kata Djoko dalam keterangannya, Minggu malam (23/8).
Untuk mengamankan fasilitas LNG berkapasitas besar tersebut, SKK Migas telah meminta bantuan aparat kepolisian daerah dan polres setempat. Personel gabungan kini disiagakan di sekitar area kilang untuk mencegah api menembus perimeter fasilitas.
Pipa Petrochina Jabung Sempat Terpanggang
Bukan hanya di Papua, kebakaran juga sempat melanda area pipa penyalur milik Petrochina di Jambi pekan lalu. Djoko menuturkan, titik api muncul sangat dekat dengan jalur pipa yang menjadi urat nadi distribusi gas dari blok Jabung.
“Kebakaran semak hutan yang terjadi minggu lalu, di dekat area fasilitas Petrochina (pipa penyalur) Jabung, Jambi,” jelasnya.
Beruntung, tim pemadam kebakaran perusahaan dibantu warga setempat berhasil mengendalikan situasi. “Saat ini sudah berhasil dipadamkan,” ujar Djoko singkat.
Rapat Darurat di Kantor SKK Migas
Menyadari risiko yang semakin nyata, Kementerian ESDM tidak tinggal diam. Djoko mengungkapkan, Wakil Menteri ESDM akan langsung memimpin rapat koordinasi darurat di kantor SKK Migas untuk membahas langkah antisipasi jangka pendek.
“Pak Wamen akan pimpin rapat langsung di kantor SKK Migas dalam rangka mengatasi keadaan darurat kebakaran,” ungkap Djoko.
Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh operator hulu migas di Sumatera, Kalimantan, dan Papua memiliki protokol pencegahan yang ketat. Pasalnya, musim kemarau tahun ini diperkirakan masih berlangsung beberapa pekan ke depan, membuat risiko kebakaran susulan tetap tinggi.
Karhutla tahun ini menjadi ujian berat bagi industri hulu migas nasional. Jika api sampai meluluhlantakkan fasilitas produksi, maka target lifting yang sudah disepakati dalam APBN bisa kembali meleset, dan pasokan energi untuk pembangkit listrik serta industri di dalam negeri ikut terganggu.