PELALAWAN — Dinas Pendidikan setempat mencatat puluhan sekolah yang diliburkan tersebut tersebar di Kecamatan Kerumutan, Ukui, dan Pangkalan Lesung. Jenjang yang terdampak mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP).
“Total ada 62 sekolah, mulai dari TK, SD dan SMP, sedangkan SMA, karena kewenangan provinsi, tak berani kita memerintahkannya, paling imbauan saja,” ujar Bupati Pelalawan Zukri melalui pesan singkatnya, Minggu (23/8).
Lima Desa dan Dua Kelurahan Terdampak Kabut Asap
Berdasarkan data yang dihimpun dari Pemerintah Kabupaten Pelalawan, kebijakan meliburkan kegiatan belajar mengajar ini berdampak pada sembilan desa dan dua kelurahan. Zukri menyebut pihaknya tidak ingin mengambil risiko terhadap kesehatan anak didik mengingat intensitas asap yang kian pekat.
“Sekolah yang diliburkan ada Kecamatan Kerumutan, Ukui, dan Pangkalan Lesung, total desa 9 dan 2 kelurahan,” ungkapnya.
Imbauan untuk Orang Tua dan Masyarakat
Zukri mengimbau para orang tua dan siswa untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih berada dalam kondisi tidak sehat. Jika terpaksa keluar rumah, warga diminta menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan dari paparan asap.
“Kami mengimbau masyarakat jangan membakar lahan baik dalam ukuran besar maupun kecil,” tegas Zukri.
Imbauan ini menjadi perhatian serius karena titik panas di wilayah Riau kerap muncul saat musim kemarau. Pemerintah daerah menegaskan akan menindak tegas pihak-pihak yang sengaja membakar lahan hingga memicu kabut asap lintas batas.
Petugas Gabungan Masih Lakukan Pendinginan
Sementara itu, petugas gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih melakukan upaya pemadaman serta pendinginan di lokasi kebakaran. Langkah ini dilakukan untuk mencegah api meluas sekaligus mengurangi dampak asap terhadap warga.
Operasi pemadaman difokuskan pada titik-titik yang masih menyala di area gambut yang sulit dijangkau. Pendinginan lahan gambut menjadi prioritas karena bara api di bawah permukaan berpotensi memicu asap kembali dalam beberapa hari ke depan.