JOMBANG — Puluhan peserta itu tersaring dari lebih dari 100 pendaftar yang mengikuti program bertajuk 'Memperluas Akses Setara bagi Anak Muda melalui Mini Bootcamp Gerak Dampak Academy'. Mereka tidak hanya duduk mendengarkan materi, tetapi diajak terlibat langsung dalam simulasi dan diskusi kelompok.
Metode Belajar: Beda Studi Kasus hingga Analisis Pohon Masalah
Aliansi Inklusi Jombang merancang kegiatan ini dengan pendekatan experiential learning. Para peserta dibagi ke dalam delapan kelompok untuk membedah studi kasus fiktif dalam sesi Good Global Citizen (GGC) serta merumuskan formula reaksi melalui metode Harmoni Alchemy.
Materi tidak berhenti di teori. Pada sesi bertajuk Kenali Isu, peserta menggunakan analisis pohon masalah untuk memetakan persoalan riil yang terjadi di lingkungan tempat tinggal mereka. Metode ini dirancang agar peserta terbiasa mengidentifikasi akar masalah sebelum bergerak mencari solusi.
Kurikulum Harmoni untuk Perkuat Perdamaian dan Toleransi
Program ini menggunakan kurikulum Harmoni yang difokuskan pada pendampingan anak muda dalam memahami serta mempraktikkan nilai-nilai perdamaian dan toleransi. PIC Program Gerak Dampak Academy 2026 sekaligus Sekjen Aliansi Inklusi Jombang, Priwahayu, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ruang menimba ilmu.
"Gerak Dampak Academy kami rancang bukan hanya sebagai ruang untuk mendapatkan pengetahuan, tetapi sebagai ruang bagi anak muda untuk mengalami proses belajar, berdiskusi, merefleksikan diri, mengenali persoalan di sekitarnya, dan mulai memikirkan aksi nyata yang bisa mereka lakukan," ujarnya, Minggu (23/8/2026).
Seleksi Esai dan Intensive Course Jadi Tahap Berikutnya
Rangkaian acara ditutup dengan refleksi, pembacaan puisi, serta orasi dari perwakilan peserta. Namun, perjalanan para peserta belum selesai. Panitia akan melanjutkan proses ke tahap seleksi esai untuk menjaring 20 peserta terbaik.
Dua puluh peserta yang lolos seleksi esai nantinya berhak mengikuti intensive course hingga fase implementasi aksi nyata di komunitas. Priwahayu menjelaskan, desain program ini sengaja dibuat berkelanjutan agar dampak yang dihasilkan benar-benar terasa di lapangan.
"Perjalanan dimulai dari pembukaan ruang belajar dan perluasan akses setara bagi anak muda melalui mini bootcamp, dilanjutkan dengan penguatan kapasitas melalui intensive course, kemudian diterjemahkan ke dalam aksi nyata pada fase implementasi," terangnya.