Pencarian

Butuh Rp135 Triliun untuk 14 Proyek PLTS Tahap Awal, Presiden Tinjau Langsung Lokasi di Jembrana

Rabu, 26 Agustus 2026 • 13:20:02 WIB
Butuh Rp135 Triliun untuk 14 Proyek PLTS Tahap Awal, Presiden Tinjau Langsung Lokasi di Jembrana
Presiden Prabowo Subianto meninjau lokasi pengembangan PLTS Gilimanuk di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (tanggal).

Pemerintah membutuhkan investasi sekitar Rp135 triliun untuk membangun 14 proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas total 5,3 gigawatt-peak (GWp). Target ini merupakan bagian awal dari program besar PLTS 100 GWp yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Peninjauan lokasi PLTS Gilimanuk di Kabupaten Jembrana, Bali, dilakukan Selasa lalu untuk memastikan kesiapan proyek strategis tersebut.

JEMBRANA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan kebutuhan investasi sebesar 7,7 miliar dolar AS atau setara Rp135 triliun untuk menggarap 14 proyek pembangkit listrik tenaga surya tahap awal. Proyek yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia ini menjadi fondasi dari target ambisius pemerintah membangun PLTS berkapasitas 100 GWp.

Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung pengembangan PLTS Gilimanuk yang berlokasi di kawasan Monumen Operasi Lintas Jawa-Bali, Selasa. Dalam kunjungan itu, Presiden mendengarkan paparan dari Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengenai peta jalan pengembangan energi surya nasional.

Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan tersebut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo, dan Gubernur Bali Wayan Koster.

Target Bali Capai 1 GWp dan Skenario Penggantian Diesel

Pemerintah menargetkan pengembangan PLTS di Bali mencapai kapasitas sekitar 1 GWp. Program ini dirancang dengan memanfaatkan lahan darat, waduk, serta atap bangunan rumah dan industri sebagai lokasi pemasangan panel surya.

Salah satu skenario utama pengembangan diarahkan untuk mengurangi hingga mengeliminasi penggunaan pembangkit listrik tenaga diesel di berbagai wilayah. Langkah ini dinilai strategis untuk menekan biaya operasional dan mendukung transisi energi bersih.

Efisiensi APBN dan Dampak ke Masyarakat

Pembangunan 14 proyek tahap awal diproyeksikan menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp4,6 triliun per tahun. Secara keseluruhan, program PLTS 100 GWp membutuhkan investasi sekitar 73 miliar dolar AS atau setara Rp1.140 triliun dengan potensi efisiensi subsidi listrik mencapai Rp73,9 triliun per tahun.

Program ini juga ditujukan untuk memperluas akses listrik di perdesaan, mendukung kegiatan ekonomi produktif masyarakat, serta menopang pengembangan kendaraan listrik, kompor induksi, dan hilirisasi industri.

Hasil Nyata di Pulau Rengit dan Pulau Sembur

"Beberapa proyek telah menunjukkan hasil nyata, seperti peresmian PLTS di Pulau Rengit, Bangka Belitung, dan Pulau Sembur, Kepulauan Riau, yang berhasil menggantikan diesel secara penuh," kata Eniya Listiani Dewi.

Di Pulau Sembur, fasilitas penyimpanan dingin berbasis energi surya telah mendukung aktivitas nelayan dalam menyimpan hasil tangkapan. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa transisi energi tidak hanya mengurangi emisi, tetapi juga mendorong produktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Presiden Prabowo menargetkan pembangunan PLTS 100 GWp dapat diselesaikan dalam tiga tahun dan berharap pengerjaannya bahkan dapat dipercepat menjadi dua tahun.

Sumber: bali.antaranews.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks