Pencarian

Satgas Karhutla Sumsel Siagakan 9 Ton Garam Semai di Palembang, Operasi Modifikasi Cuaca Terganjal Langit Kering

Senin, 07 September 2026 • 15:12:31 WIB
Satgas Karhutla Sumsel Siagakan 9 Ton Garam Semai di Palembang, Operasi Modifikasi Cuaca Terganjal Langit Kering
Sebanyak sembilan ton garam semai disiagakan di Lanud SMH Palembang untuk mendukung operasi penanganan karhutla di Sumatera Selatan.

PALEMBANG — Pangkalan TNI Angkatan Udara Sri Mulyono Herlambang (SMH) Palembang menyiagakan 9 ton garam semai (NaCl) untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan. Stok material tersebut siap diterbangkan sewaktu-waktu guna menyemai awan begitu potensi perawanan muncul di langit Bumi Sriwijaya.

Kondisi atmosfer saat ini belum bersahabat untuk pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Memasuki Agustus dan September, tutupan awan di wilayah Sumsel kian minim akibat puncak musim kemarau dan fenomena El Nino, sehingga proses penyemaian garam belum dapat membuahkan presipitasi.

Meski pesawat dan logistik telah disiapkan, rekayasa cuaca sepenuhnya bergantung pada ketersediaan bibit awan konvektif yang cukup matang sebelum bisa disemai.

Kendala Awan Belum Matang di Puncak Kemarau

Dansubsatgas Udara Karhutla Sumsel sekaligus Danlanud Sri Mulyono Herlambang, Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya, menjelaskan bahwa operasi semai sempat dipaksakan sesuai prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Namun, langkah tersebut belum membuahkan hasil optimal.

“Kita sempat melaksanakan UMC sesuai dengan prediksi dari BMKG bahwa di hari itu akan ada perawanan namun tidak signifikan pada saat itu karena memang awannya terbatas dan belum matanglah istilahnya begitu kita semai pun tidak terjadi turun hujan karena ini memang alam kita tidak bisa kita hanya bisa berdoa dan berusaha,” ujar Asep.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan pelaksanaan OMC pada medio Juni dan Juli lalu yang dinilai berjalan sangat efektif meredam sebaran titik panas.

“Kalau Juni Juli masih efektif masuk Agustus September ini memang puncaknya elnino dan kemarau keberadaan atau ketersediaan awannya yang tidak ada itu yang menjadi kendala kami,” ungkapnya.

55 Kali Penyemaian dan Kesiapan 9 Ton Garam

Hingga saat ini, tim satgas tercatat telah menggelar empat gelombang OMC di wilayah Sumsel dengan total 55 kali penerbangan penyemaian atau shooting. Setiap kali mengudara, satu ton NaCl ditebar langsung ke dalam sel-sel awan yang terdeteksi.

Sisa sembilan ton bahan semai yang tersimpan di Lanud SMH diproyeksikan cukup untuk sembilan sortie penerbangan tambahan. Satgas terus memantau pergerakan atmosfer bersama BMKG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Namun kita TNI Angkatan Udara selalu siap dengan pesawat yang diberikan atau di Bekapkan ke kita, kita patroli dan omc ini kita siapkan, kita maksimalkan baik itu pagi siang maupun malam untuk ketersediaan NaCl pun masih ada sekitar 9 ton yang masih bisa dilakukan 9 kali lagi namun kita sama-sama berdoa untuk begitu awan itu ada kita langsung naikkan,” katanya.

Mekanisme penindakan dilakukan secara cepat. Begitu BMKG mengonfirmasi adanya pertumbuhan awan matang, Lanud SMH langsung berkoordinasi dengan BNPB untuk menerbangkan armada semai ke titik koordinat.

Water Bombing Dikerahkan Jaga Langit Tetap Biru

Di samping menunggu momentum modifikasi cuaca, penanggulangan karhutla di Sumsel difokuskan pada operasi pemadaman langsung dari udara. Armada gabungan dikerahkan secara intensif untuk melokalisasi titik api agar kabut asap tidak mengganggu aktivitas publik.

Sebanyak tujuh unit wahana udara disiagakan di pangkalan udara Palembang, dengan rincian:

  • Dua unit pesawat untuk patroli pantauan dan pelaksanaan OMC.
  • Lima unit helikopter khusus pemadaman titik api (water bombing).

Asep menegaskan bahwa pengendalian karhutla di wilayah Sumatera Selatan sejauh ini masih terkendali dan tidak sampai memicu gangguan asap lintas wilayah maupun meliburkan fasilitas pendidikan.

“Alhamdulillah pada saat Bapak Presiden datang kemaren penanganan Karhutlah di kita dalam kategori baik karena bisa kita lihat sampai dengan saat ini tidak sampai menutup kegiatan sekolah kegiatan masyarakat,” ujarnya.

“Karena kita lihat kegiatan water bombing dan sebagainya kita bisa mengeliminasi payer sport maupun hotspot walaupun hari ini agak meningkat kalau kita lihat ke atas itu warna biru berarti cuacanya bagus dan udaranya segar,” pungkas Asep.

Sumber: suarametropolitan.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks