Pencarian

Kebakaran Hutan dan Lahan Hanguskan 20 Hektare Kebun Sawit dan Kakao di Desa Binuang Buol

Senin, 07 September 2026 • 15:21:31 WIB
Kebakaran Hutan dan Lahan Hanguskan 20 Hektare Kebun Sawit dan Kakao di Desa Binuang Buol
Sekitar 20 hektare kebun sawit dan kakao milik warga di Desa Binuang, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, hangus dilalap api.

BUOL — Sekitar 20 hektare area perkebunan dan semak belukar di Desa Binuang, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, ludes terbakar. Api membakar tanaman produksi milik masyarakat sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh tim gabungan.

Berdasarkan data Pemerintah Desa Binuang, kobaran api melahap sekitar 12 hektare kebun produktif yang ditanami komoditas kakao dan kelapa sawit. Sisanya, sekitar delapan hektare, merupakan hamparan lahan tidur yang belum digarap warga.

Armada Taktis Dikerahkan Padamkan Titik Api

Proses pemadaman melibatkan personel gabungan dari kepolisian, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dinas pemadam kebakaran, serta warga setempat. Medan yang terdampak membuat petugas harus mengerahkan kendaraan operasional khusus untuk menjangkau titik kebakaran.

Personel Polres Buol menurunkan kendaraan R6 Armoured Water Cannon (AWC) milik Satuan Samapta bersama satu unit mobil Isuzu D-Max. Kendaraan taktis ini dioperasikan langsung untuk menyemprotkan air ke titik-titik bara sekaligus menjadi pemasok air utama di lokasi.

“Pemadaman kami lakukan secara bersama-sama dengan TNI, BPBD, Damkar dan masyarakat,” kata Kasat Samapta Polres Buol Iptu Walidi di Buol, Minggu.

Berkat penanganan terpadu tersebut, seluruh titik api di Desa Binuang kini sudah dipadamkan secara menyeluruh.

Antisipasi Api Susulan di Batas Kebun

Meski kobaran utama padam, potensi munculnya bara dari sisa pembakaran gambut dan semak kering masih terus diwaspadai. Petugas kepolisian mengambil langkah pencegahan darurat dengan menyuplai air ke dalam drum-drum serta bak penampungan air milik masyarakat di dekat lokasi kejadian.

Iptu Walidi mengimbau para petani dan pemilik kebun yang berbatasan langsung dengan area kebakaran untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta aktif mengecek area perbatasan kebun masing-masing agar sisa api tidak merembet kembali.

Pihak kepolisian juga menegaskan larangan keras bagi siapa pun untuk membuka lahan perkebunan dengan metode membakar, mengingat dampaknya yang sulit dikendalikan saat cuaca kering.

“Karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama. Apabila menemukan adanya titik api, segera laporkan kepada pihak kepolisian atau instansi terkait agar dapat ditangani sedini mungkin,” katanya.

Sumber: sulteng.antaranews.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks