Pencarian

Mendikdasmen Tegaskan PKL SMK Tak Boleh Hentikan Pembelajaran Akademik

Senin, 14 September 2026 • 02:38:01 WIB
Mendikdasmen Tegaskan PKL SMK Tak Boleh Hentikan Pembelajaran Akademik

KILASKINI.COM — Kebijakan ini merespons kebutuhan menjaga kompetensi dasar lulusan vokasi di tengah tuntutan dunia kerja yang semakin kompleks. Menurut Mu'ti, pengalaman di lapangan harus berjalan beriringan dengan penguatan kemampuan berpikir kritis dan bernalar.

Data TKA 2025 Tunjukkan Urgensi Penguatan Literasi dan Numerasi

Argumen Mendikdasmen diperkuat oleh hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMK Tahun 2025. Berdasarkan Surat Edaran Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Nomor 4021/B/D2/DV.00.01/2026, capaian rata-rata siswa masih perlu perhatian serius.

  • Matematika: Rerata skor mencapai 34,84.
  • Bahasa Inggris: Rerata skor tercatat 22,69.
  • Bahasa Indonesia: Rerata skor berada di angka 53,68.

Angka tersebut mengindikasikan bahwa keterampilan teknis saja tidak cukup. Siswa SMK membutuhkan fondasi akademik yang kuat untuk memahami prosedur kerja, menghitung kebutuhan bahan, hingga menyusun laporan profesional.

Model Asinkron Jadi Solusi Fleksibilitas Jadwal PKL

Mu'ti menawarkan pendekatan pembelajaran asinkron sebagai jalan tengah. Dalam model ini, siswa dapat mengakses materi dan menyelesaikan tugas secara mandiri tanpa terikat waktu sinkron dengan guru. Hal ini mengakomodasi beragam kondisi lokasi PKL, mulai dari jadwal shift kerja hingga keterbatasan akses internet.

"Pembelajaran tidak berhenti ketika anak-anak kita melaksanakan PKL. Justru pengalaman di dunia kerja harus menjadi bagian dari proses pembelajaran," kata Mu'ti dalam keterangannya, Senin (14/9).

Guru tetap memegang kendali penuh atas tujuan pembelajaran. Mereka bertugas menyediakan video, modul ringkas, lembar kerja, serta memberikan umpan balik terhadap jurnal refleksi atau kuis yang dikerjakan siswa di sela-sela kegiatan industri.

Integrasi Keterampilan Kerja dan Kompetensi Dasar

PKL sejatinya dirancang untuk melatih disiplin, tanggung jawab, komunikasi profesional, dan keselamatan kerja. Namun, Mu'ti menekankan bahwa aspek-aspek tersebut tidak berdiri sendiri. Literasi digunakan saat menafsirkan informasi teknis dan membaca petunjuk peralatan, sementara numerasi vital untuk memperkirakan biaya dan membandingkan hasil pekerjaan.

Fleksibilitas metode belajar tidak berarti menurunkan standar pengawasan. Pemerintah berharap kelas XII SMK tetap mendapatkan dukungan pendidikan formal meski fisik mereka berada di perusahaan mitra. Tujuannya jelas: mencetak lulusan yang siap kerja sekaligus mampu melanjutkan studi atau berkontribusi efektif di masyarakat.

Sumber: cnnindonesia.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks