KILASKINI.COM — BlizzCon 2026 jadi panggung pengumuman yang sudah ditunggu komunitas ARPG global. Diablo 5 resmi diumumkan dengan target rilis 2029, membawa perubahan fundamental pada struktur dunia Sanctuary sekaligus menambah jumlah kelas karakter paling banyak sepanjang sejarah franchise Blizzard.
Sanctuary Sudah Jatuh, Tidak Ada Tempat Bertahan
Premis Diablo 5 membalik asumsi dasar seri sebelumnya. Lord of Terror berhasil menaklukkan Sanctuary puluhan tahun sebelum cerita dimulai. Tidak ada kota aman, tidak ada stronghold untuk mundur dan regroup.
Pemain bergerak sebagai bagian dari caravan survivor yang terus berpindah lokasi sambil merekrut sekutu. Mekanik ini memaksa rotasi peta lebih agresif dibanding Diablo 4 yang masih punya hub kota tetap.
Plague Knight Jadi Sorotan, Monk dan Demon Hunter Kembali
Blizzard mengonfirmasi jumlah kelas karakter di Diablo 5 lebih banyak dari seri mana pun sebelumnya. Tiga nama yang sudah diumumkan: Monk, Demon Hunter, dan satu kelas baru bernama Plague Knight.
Plague Knight mengandalkan mekanisme penyebaran penyakit dan wabah di medan perang. Kelas ini belum pernah muncul di Diablo 1 sampai 4, menjadikannya salah satu keputusan desain paling berani dari tim Blizzard saat ini.
Combat Tetap Isometric, Tapi Putarannya Makin Kencang
Executive producer Matt Zitterman menegaskan ke GameSpot di BlizzCon 2026 bahwa Blizzard tidak akan mengubah fondasi genre.
"Fundamentally, we're an isometric action-RPG, and we're not looking to shake that up with Diablo 5," kata Zitterman. "We're looking to improve on it, evolve it, and we have some great, interesting ideas about how to make combat feel even more visceral, even more action-forward."
Zitterman menyebut garis evolusi combat yang jelas: kecepatan Diablo 3, refinement Diablo 4, lalu lonjakan berikutnya di Diablo 5. Fokus utamanya bukan mengubah wheel, tapi membuatnya berputar lebih cepat.
Itemization Ambil Terbaik dari Tiga Seri
Untuk urusan loot dan itemization, Blizzard mengakui mengambil inspirasi dari Diablo 2. Sistem item yang lebih granular dan build-defining kembali masuk ke radar desain.
"Something we talk about a lot on the team is we want Diablo 5 to be a game that feels like it has elements for you, regardless of which Diablo game was your favorite," tambah Zitterman.
Tim juga membawa forward ide-ide yang terbukti sukses di Diablo 4, termasuk sistem gem dan affix yang sudah diadopsi komunitas sejak 2023.
Apa yang Perlu Dipantau Pemain Indonesia
Dengan jarak rilis hampir tiga tahun dari pengumuman, Blizzard kemungkinan akan membuka beta tertutup atau early access lebih dulu untuk pasar tertentu. Server Asia Tenggara dan Indonesia belum dikonfirmasi sebagai prioritas region awal.
Komunitas yang sudah aktif di Diablo 4 SEA perlu memantau apakah progres karakter dan platform Battle.net bisa carry over, mengingat Blizzard belum menyebutkan mekanisme migrasi save data.