Pencarian

Pertamina Pasang PLTS-PLTB di Kalijaran, Irigasi Sawah Hemat Rp 9 Juta per Siklus

Sabtu, 12 September 2026 • 08:01:01 WIB
Pertamina Pasang PLTS-PLTB di Kalijaran, Irigasi Sawah Hemat Rp 9 Juta per Siklus
Petani memanfaatkan sistem irigasi berbasis energi hybrid PLTS-PLTB di Kalijaran, Cilacap.

KILASKINI.COMPertamina Patra Niaga menyalurkan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) MAPAN — Masyarakat Pengelola Pertanian Berkelanjutan — di Kalijaran, Cilacap. Program ini menggabungkan energi baru terbarukan dengan pertanian dari hulu ke hilir, menjawab keterbatasan irigasi, minimnya modernisasi usaha tani, dan ancaman perubahan iklim terhadap produktivitas lahan.

VP Community Involvement Development Pertamina Patra Niaga Dian Hapsari Firasati menyatakan pemanfaatan energi terbarukan di Kalijaran dirancang menyatu dengan kebutuhan pertanian warga. Mulai dari irigasi, produksi pangan, pengelolaan limbah, sampai pengembangan usaha masyarakat.

"Kami ingin pemanfaatan energi terbarukan memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Di Kalijaran, energi terbarukan kami integrasikan dengan kebutuhan pertanian, mulai dari irigasi, produksi pangan, pengelolaan limbah, hingga pengembangan usaha masyarakat," ujar Dian.

Irigasi Hybrid Tenaga Surya dan Bayu

Inovasi utama program ini adalah sistem irigasi pertanian berbasis energi hybrid yang memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Total kapasitas terpasang mencapai 15.250 Wp.

Dari situ, sistem mengalirkan rata-rata 150.000 liter debit air per hari untuk mengairi lahan persawahan dan hortikultura. Pemanfaatan energi terbarukan ini juga menekan emisi sebesar 2.860 kg CO?eq per tahun.

Hitungan ekonominya terasa langsung di kantong petani. Penghematan penggunaan pompa diesel mencapai Rp 9 juta per dua kali siklus tanam.

Dari Gabah sampai Telur Asin

Energi yang dihasilkan tidak berhenti di irigasi. Rangkaian kegiatan MAPAN terhubung dengan produksi padi, pengolahan gabah menjadi beras, pemanfaatan dedak sebagai pakan dan pupuk, hingga pengelolaan limbah pertanian menjadi pupuk.

Warga juga mengembangkan hortikultura, perikanan, dan budidaya bebek. Di sisi hilir, mereka didorong melakukan diversifikasi produk pertanian seperti keripik, telur asin, beras, dan produk MPASI.

233 Orang Jadi Penerima Manfaat

Program MAPAN menyentuh 233 orang penerima manfaat. Mereka terdiri atas petani gurem, petani perempuan, buruh tani harian, anak-anak dan balita, serta masyarakat miskin.

Sejumlah kelompok masyarakat terlibat, antara lain GAPOKTAN Margo Sugih, Kelompok Ternak Mintih Mulia, KWT Tandur Makmur, dan KWT Mekar Jaya Lestari.

Dian menegaskan keberlanjutan menjadi bagian penting dari program ini. Karena itu, Pertamina Patra Niaga mendorong penguatan kapasitas kelompok dan kolaborasi dengan berbagai pihak agar inovasi yang sudah berjalan bisa terus dikembangkan dan direplikasi.

"Harapannya, Kalijaran dapat menjadi contoh bagaimana pemanfaatan EBT dapat berjalan beriringan dengan penguatan ketahanan pangan, lingkungan, dan ekonomi masyarakat," tutup Dian.

Delapan Stakeholder hingga Replikasi Lahan

Program MAPAN melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas masyarakat, dan sejumlah pihak lain. Sejauh ini sudah ada delapan stakeholder yang terlibat, dua kelompok baru yang lahir, serta replikasi pertanian hortikultura di tiga area lahan.

Langkah Pertamina Patra Niaga ini sejalan dengan dorongan kemandirian masyarakat lewat penguatan ketahanan pangan, energi, dan ekonomi hijau. Pendekatan yang dipakai bukan sekadar menyalurkan bantuan, melainkan menempatkan warga sebagai bagian penting penjaga keberlanjutan program.

Sumber: cnbcindonesia.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks