Pencarian

Bangkai KM Virgo Bergeser 1,6 Mil Laut ke Barat di Kedalaman 30 Meter

Senin, 14 September 2026 • 02:44:01 WIB
Bangkai KM Virgo Bergeser 1,6 Mil Laut ke Barat di Kedalaman 30 Meter

KILASKINI.COM — Perubahan koordinat tersebut terdeteksi pada hari kedua operasi pencarian dan pertolongan (SAR). Kepala Basarnas Mohammad Syafii menjelaskan pergeseran terjadi akibat pengaruh arus laut yang kuat di perairan tempat kapal karam.

"Posisi datum atau titik letak dari kapal Virgo Transport 8 ini ada pergeseran. Dari yang kemarin saya sampaikan, saat ini sudah bergeser kira-kira 1,6 nautical mile (mil laut) ke arah barat dalam kondisi terbalik," ujar Syafii dikutip Antara, Selasa (15/9/2026).

Risiko Tekanan Air dan Keselamatan Penyelam

Kondisi kapal yang tengkurap menimbulkan tantangan teknis serius bagi tim penyelamat. Syafii menegaskan bahwa operasi masuk ke badan kapal tidak dapat dipaksakan sebelum seluruh protokol keselamatan terpenuhi, termasuk stabilitas cuaca dan lingkungan bawah laut.

Kendala utama berasal dari ruang-ruang kosong atau sekat-sekat di dalam lambung kapal yang masih berisi udara. Jika tim penyelam memaksa membuka salah satu sekat tanpa perhitungan matang, perubahan tekanan air akan terjadi secara drastis dan membahayakan nyawa personel.

"Begitu juga pada saat ada ruang-ruang di kapal yang kosong ini, kalau kita sampai memaksakan untuk masuk, apabila kita membuka misalkan salah satu sekat dari ruang kosong ini, di situ ada perubahan tekanan yang luar biasa, tentunya ini akan sangat membahayakan," kata Syafii.

Rekomendasi TNI AL: Biarkan Kapal Diam di Dasar

Dalam penanganan kecelakaan maritim, masukan dari TNI Angkatan Laut menjadi pertimbangan penting bagi Basarnas. Menurut Syafii, pihak TNI AL justru menyarankan agar bangkai kapal dibiarkan diam di dasar laut jika posisinya sudah stabil.

"Sebenarnya kalau dalam kondisi penanganan kecelakaan seperti ini, dari teman-teman TNI Angkatan Laut, malah kalau perlu tenggelam di dasar akan lebih baik kalau misalkan kapal itu diam," jelasnya.

Pertimbangan ini muncul karena upaya menarik kapal ke permukaan berisiko menggeser puing-puing dan menghambat pencarian korban yang mungkin masih terjebak di dalam. Sementara itu, fokus utama saat ini tetap dimaksimalkan pada penyisiran permukaan air untuk menemukan korban selamat.

Kaji Ulang Metode Pencarian Hari Ketiga

Basarnas tengah mengkaji opsi mengubah posisi KM Virgo Transport 8 dari tengkurap menjadi telentang atau miring untuk memudahkan akses ke bagian dalam kapal. Namun, langkah ini masih dalam tahap diskusi teknis dengan melibatkan personel yang memiliki spesialisasi penanganan kapal tenggelam.

Setiap keputusan operasional akan mengutamakan prinsip safety first. Koordinasi intensif dilakukan untuk menentukan metode terbaik guna menjangkau area tertutup di dalam badan kapal tanpa memicu risiko tambahan.

Untuk sektor pencarian di permukaan, Basarnas membagi wilayah operasi menjadi enam sektor peta. Pembagian ini bersifat dinamis dan kemungkinan akan bergeser pada hari ketiga berdasarkan hasil pemetaan terbaru dari Basarnas Command Center.

"Kemungkinan kita akan bergeser besok dan nanti akan dikirimkan dari SAR Map yang dihasilkan dari Basarnas Command Center," tutup Syafii. Hingga berita ini diturunkan, harapan masih tertuju pada penemuan korban dalam keadaan hidup.

Sumber: news.detik.com

Follow kilaskini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks