Update KB5002914 Excel Ganggu Fitur Copy Paste, Microsoft Selidiki Bug

Pembaruan keamanan KB5002914 menyebabkan gangguan fungsi copy-paste pada Microsoft Excel.
Penulis: Rendra
Rabu, 16 September 2026 | 10:05:01 WIB

KILASKINI.COM — Pembaruan keamanan September 2026 untuk Microsoft Excel memicu kegagalan fungsi paste tanpa peringatan pada versi 2016 hingga 2024. Bug ini mengganggu alur kerja pengguna karena sel tujuan tidak berubah meski data tersalin, sementara autofill dan formula juga terdampak.

Microsoft mengonfirmasi bahwa pembaruan KB5002914 menyebabkan gangguan signifikan pada aplikasi spreadsheet andalannya. Laporan dari BleepingComputer pada Rabu (16/9/2026) menunjukkan insiden ini pertama kali ramai di Reddit dan forum Microsoft Q&A setelah update dirilis.

Versi Excel yang Terdampak

Gangguan ini tidak terbatas pada satu versi saja. Microsoft mencatat masalah terjadi pada Excel 2024, 2021, 2019, dan 2016. Pengguna melaporkan bahwa meskipun proses menyalin data tampak berhasil, menempelkan konten ke sel tujuan tidak menghasilkan perubahan apa pun.

Lebih parahnya lagi, sistem tidak memberikan pesan error atau notifikasi visual saat kegagalan terjadi. Sumber data yang disalin tetap terseleksi, menciptakan kebingungan bagi pengguna yang mengira fitur tersebut masih berfungsi normal.

Dampak pada Fitur Lain

Tidak hanya copy-paste, bug ini juga memengaruhi fungsionalitas lain yang krusial bagi produktivitas bisnis. Fitur autofill dilaporkan tidak bekerja sebagaimana mestinya, begitu pula dengan mekanisme menarik formula (drag-and-drop formulas).

Kombinasi kegagalan ini membuat pekerjaan administratif dan analisis data menjadi terhambat. Bagi pelaku usaha yang bergantung pada akurasi input manual via keyboard, hilangnya umpan balik error merupakan risiko operasional yang serius.

Risiko Menghapus Update Keamanan

KB5002914 dirilis pada 8 September 2026 sebagai tambalan kritis untuk kerentanan remote code execution dan pengungkapan informasi. Beberapa pengguna memilih mencopot update ini untuk mengembalikan fungsi copy-paste, terutama pada instalasi berbasis MSI dan Click-to-Run.

Namun, langkah ini membawa risiko keamanan tinggi. Mencopot patch berarti membuka kembali celah vulnerabilities yang sebelumnya sudah ditambal. Microsoft sendiri belum merilis perbaikan resmi dan masih menyelidiki akar penyebab masalah teknis tersebut.

Rekomendasi Sementara

Hingga kini, halaman dukungan Microsoft masih mencantumkan bug ini dalam daftar known issues. Perusahaan berjanji akan memperbarui informasi ketika solusi tersedia. Bagi pengguna korporat, konsultasi dengan tim IT sebelum melakukan rollback update sangat disarankan untuk menyeimbangkan antara produktivitas dan keamanan siber.

Reporter: Rendra