5 Fakta Menarik Indonesia vs China di Final Asian Games 2026

Tim beregu putra Indonesia dan China bertemu di final badminton Asian Games 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Kamis (24/9).
Penulis: Rendra
Kamis, 24 September 2026 | 06:00:31 WIB

KILASKINI.COM — Tim beregu putra Indonesia dan China bakal berebut medali emas badminton Asian Games 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Kamis (24/9) pukul 14.00 WIB. Duel ini mempertemukan unggulan utama melawan unggulan kedua, dengan sejarah panjang yang bikin laga makin panas.

Partai puncak nomor beregu putra badminton Asian Games 2026 menyajikan duel klasik antara Indonesia dan China. Kedua tim sama-sama datang dengan modal kuat, tapi juga menyimpan sejumlah catatan unik sepanjang perjalanan ke final.

1. Final Ideal Sesuai Peringkat Unggulan

Indonesia melaju ke partai puncak sebagai unggulan utama, sementara China menyusul sebagai unggulan kedua. Posisi itu membuat duel ini disebut sebagai final ideal, karena dua tim terkuat di bagan bertemu di laga penentu medali emas.

2. Jalan Berliku ke Partai Puncak

Indonesia tidak sampai ke final dengan mudah. Tim Merah Putih menang 3-2 atas Malaysia di perempat final, lalu menggulung Thailand 3-1 di semifinal.

China juga harus kerja keras. Skuad Tirai Bambu menaklukkan Korea Selatan 3-2 di perempat final, kemudian menghentikan India 3-1 pada babak semifinal.

3. Anomali Pemain Unggulan di Kedua Kubu

Ada keanehan pada performa pemain andalan di dua laga terakhir. Jonatan Christie yang dipercaya jadi tunggal pertama Indonesia selalu menelan kekalahan.

Di kubu China, ganda pertama Liang Weikeng/Wang Chang juga belum pernah menang sepanjang perempat final dan semifinal. Kondisi ini bikin komposisi pemain di final jadi pertanyaan besar.

4. Sudah Lima Kali Bertemu di Final Asian Games

Indonesia dan China tercatat lima kali bersua di partai puncak beregu putra Asian Games, yakni pada 1974, 1978, 1982, 1998, dan 2018. Dari lima pertemuan itu, Indonesia baru menang dua kali, tepatnya pada 1978 dan 1998.

5. Indonesia Puasa Gelar Sejak 1998

Gelar terakhir Indonesia di nomor beregu putra Asian Games diraih pada 1998. Saat itu skuad Cipayung diperkuat Hendrawan, Taufik Hidayat, Ricky Subagdja, Rexy Mainaky, Candra Wijaya, Tony Gunawan, Budi Santoso, dan Tri Kusharjanto.

Di final 1998, Indonesia menang 4-0 atas China. Skor itu jadi kemenangan paling telak dalam sejarah pertemuan kedua negara di partai pemungkas.

Duel Indonesia vs China di final Asian Games 2026 bukan cuma soal medali emas, tapi juga soal sejarah dan rekor yang menunggu dipecahkan. Indonesia memburu emas keenam, sementara China mengincar gelar kedelapan.

Reporter: Rendra