Pesawat Militer Kongo Hantam Permukiman, 17 Tewas Termasuk 2 Jenderal
KILASKINI.COM — Pesawat carteran militer Kongo menabrak permukiman padat di Kenge, Provinsi Kwango, dan menewaskan 17 orang, termasuk dua jenderal bintang dua. Insiden terjadi saat pesawat mengalami gangguan teknis dalam penerbangan dari Kikwit menuju Kinshasa. Kementerian Perhubungan Kongo langsung membekukan izin operasional maskapai Tracep Congo Aviation.
Kinshasa, Kongo — Pesawat carteran kecil milik Tracep Congo Aviation mengalami kerusakan teknis parah di tengah penerbangan dari Kota Kikwit menuju ibu kota Kinshasa. Karena tidak menemukan landasan pacu di Kenge, pesawat itu menghantam kompleks permukiman warga dan langsung meledak serta dilalap api.
Wakil Gubernur Provinsi Kwango, Remy Saki Bokinda, menyatakan pesawat sebenarnya berupaya melakukan pendaratan darurat. Namun lokasi yang tersedia tidak memungkinkan.
"Karena tidak ada landasan pacu yang tersedia di Kenge, pesawat itu akhirnya menabrak kompleks pemukiman warga," ujar Saki Bokinda, dikutip dari Al Jazeera.
Korban Bertambah Setelah Evakuasi
Pemerintah setempat awalnya melaporkan 13 korban tewas. Tim evakuasi yang berhasil menjinakkan kobaran api dan menyisir bangkai pesawat pada Sabtu (26/9) kemudian menemukan tambahan korban.
"Kami menemukan 16 jenazah orang dewasa dan satu jenazah bayi, sehingga totalnya menjadi 17 orang," ungkap Saki Bokinda.
Jumlah itu menjadikan insiden ini salah satu kecelakaan penerbangan militer terburuk di Kongo dalam beberapa waktu terakhir. Permukiman padat di sekitar lokasi kejadian membuat dampak korban meluas ke warga sipil.
Dua Jenderal Bintang Dua Ikut Tewas
Militer Republik Demokratik Kongo mengonfirmasi dua perwira tinggi yang sedang menjalankan misi resmi turut menjadi korban. Mereka adalah Letnan Jenderal Joseph Mutombo, Presiden Pertama Mahkamah Militer Tinggi, dan Letnan Jenderal Lucien-Rene Likulia, Jaksa Agung Militer.
Keduanya termasuk pejabat senior di struktur peradilan militer Kongo. Kehilangan dua jenderal bintang dua ini menambah bobot insiden di mata pemerintah.
Investigasi Independen dan Sanksi untuk Maskapai
Kantor kepresidenan Kongo menyatakan Presiden Felix Tshisekedi telah menginstruksikan lembaga terkait menerjunkan tim investigasi independen. Presiden juga menyampaikan duka cita mendalam bagi keluarga korban dan jajaran aparat keamanan.
Kementerian Perhubungan Kongo langsung membekukan seluruh izin operasional Tracep Congo Aviation secara nasional. Pembekuan berlaku sampai investigasi oleh Biro Tetap Investigasi Kecelakaan dan Insiden Penerbangan rampung.
Langkah itu menempatkan maskapai tersebut di bawah pengawasan ketat otoritas penerbangan sipil. Hasil investigasi akan menentukan apakah izin operasionalnya bisa dicabut permanen atau dipulihkan dengan syarat tertentu.
Insiden ini menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi Kongo, negara kaya mineral di Afrika Tengah. Selama berpuluh-puluh tahun, negara itu terjebak konflik bersenjata, terutama di wilayah perbatasan timur, tempat militer pemerintah masih menggempur berbagai faksi bersenjata yang menduduki sejumlah kota strategis sejak tahun lalu.