7 Cara Stimulasi Anak Speech Delay di Rumah, Selain Terapi

Anak bermain flash cards bersama ibunya untuk menstimulasi kemampuan bicara.
Penulis: Farah
Senin, 28 September 2026 | 09:00:32 WIB

KILASKINI.COM — Sekitar 1 dari 10 anak mengalami keterlambatan bicara, bahasa, dan komunikasi pada tahun-tahun awal kehidupannya. Data IDAI bahkan mencatat 5-8 persen anak prasekolah di Indonesia mengalami gangguan keterlambatan bicara. Berikut tujuh cara stimulasi yang bisa ibu lakukan di rumah untuk membantu si kecil lebih lancar bicara.

Keterlambatan bicara atau speech delay adalah kondisi ketika anak sulit memahami atau menggunakan bahasa lisan. Anak yang mengalami kondisi ini kesulitan menghasilkan suara yang membentuk kata-kata, karena berkaitan dengan proses fisik saat berbicara.

Sebagai orang tua, rasa khawatir terhadap perkembangan bahasa anak itu wajar. Jika perlu, konsultasikan dengan dokter tumbuh kembang atau psikolog anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Kenali Penyebab Speech Delay

Bicara adalah ekspresi verbal dari bahasa, mencakup artikulasi atau cara anak membentuk bunyi dan kata. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan keterlambatan bicara pada anak.

Pertama, gangguan pada organ mulut seperti masalah pada lidah atau langit-langit mulut (palatum). Kedua, frenulum yang pendek, yaitu lipatan jaringan di bawah lidah yang dapat membatasi pergerakan lidah.

Banyak anak dengan keterlambatan bicara juga mengalami masalah oral-motor. Kondisi ini terjadi ketika ada gangguan pada area otak yang bertanggung jawab terhadap bicara, sehingga anak sulit mengoordinasikan bibir, lidah, dan rahang untuk menghasilkan bunyi.

Masalah pada sistem pendengaran turut memengaruhi kemampuan bicara. Anak dengan gangguan pendengaran bisa kesulitan mengucapkan, memahami, menirukan, dan menggunakan kalimat.

Tanda Speech Delay yang Perlu Diwaspadai

Menurut terapis wicara dan bahasa Jori Harris, MS, CCC-SLP, anak yang terlambat bicara umumnya berkembang normal dalam aspek lain. Mereka hanya lebih lambat mulai menggunakan kata-kata dan berkomunikasi.

Pada kasus yang lebih serius, anak dengan speech delay mungkin juga kesulitan memahami instruksi sederhana atau mengenali kata-kata yang familiar. Sebagian bahkan belum mampu menggunakan gerakan untuk menunjukkan ketertarikan pada sesuatu.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai:

  • Usia 12 bulan: tidak menggunakan gerakan seperti menunjuk atau melambaikan tangan untuk berpamitan
  • Usia 18 bulan: lebih memilih gerakan daripada suara untuk berkomunikasi, sulit menirukan suara, dan kesulitan memahami permintaan verbal sederhana
  • Usia 2 tahun: hanya bisa menirukan ucapan atau tindakan, tidak menghasilkan kata atau frasa secara spontan, serta mengucapkan beberapa bunyi atau kata secara berulang

1. Bermain Meniup dengan Sedotan

Sediakan bola kapas dan sedotan, lalu letakkan kapas di atas meja atau lantai. Minta anak meniup bola kapas itu sejauh mungkin.

Kegiatan sederhana ini melatih otot mulut anak dan membantunya mengucapkan kata dengan lebih jelas.

2. Bercerita tentang Lingkungan Sekitar

Cobalah lebih sering mengajak anak mengobrol, termasuk menceritakan suasana sekitar dan kegiatan sehari-hari di rumah. Sebutkan nama-nama bahan masakan yang ada di dapur atau kegiatan yang sedang ibu lakukan.

Cara ini membantu anak menyerap lebih banyak kosakata baru dan memacunya untuk mengucapkannya.

3. Bermain dengan Flash Cards

Kartu bergambar atau flash cards bisa jadi media stimulasi yang menyenangkan. Dampingi anak menyebutkan nama objek yang ada di kartu, lalu beri kesempatan padanya untuk mengulangi kata tersebut beberapa kali.

4. Bermain di Halaman Rumah

Menghabiskan waktu di luar ruangan turut merangsang kemampuan bahasa dan bicara anak, sekaligus mendorong kreativitas dan imajinasi mereka. Saat bermain di halaman, anak bisa melihat, mendengar, mencium, dan menyentuh hal-hal baru.

5. Meniup Lilin

Kegiatan meniup lilin juga efektif melatih otot pernapasan dan mulut anak. Ajak si kecil meniup lilin saat ada momen ulang tahun atau cukup gunakan lilin mainan agar lebih aman.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika anak belum menunjukkan kemajuan bicara sesuai usianya, segera konsultasikan ke dokter tumbuh kembang atau psikolog anak. Terapi wicara bersama profesional dapat membantu anak mengembangkan kemampuan komunikasi sesuai tahap perkembangannya.

Terapis akan melatih anak menghasilkan suara dan mengucapkan kata dengan lebih tepat, sehingga ucapannya lebih mudah dipahami. Anak juga belajar mengenal dan menggunakan lebih banyak kata untuk menyebut benda, orang, aktivitas, perasaan, maupun kebutuhannya.

Stimulasi di rumah yang konsisten, ditambah dukungan profesional bila diperlukan, memberi anak ruang untuk tumbuh lebih percaya diri dalam berkomunikasi.

Reporter: Farah