Ibu Menyusui 2 Anak Sekaligus Viral, Ini Kata Dokter soal Tandem Nursing

Viral video seorang ibu menyusui dua anak sekaligus memicu perdebatan di media sosial.
Penulis: Farah
Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:01:01 WIB

KILASKINI.COM — Menyusui bayi baru lahir sambil tetap memberi ASI ke kakak balitanya bukan hal yang lazim di mata sebagian orang. Winona Wyborn, ibu asal Australia, merasakannya langsung setelah videonya menuai kritik tajam. Berikut penjelasan lengkap soal tandem nursing, mulai dari rekomendasi WHO hingga kekhawatiran soal kecukupan ASI.

Winona Wyborn mengunggah video dirinya sedang menyusui dua anak sekaligus, bayi kecilnya dan anak laki-laki berusia 2 tahun. Momen itu ia bagikan bertepatan dengan Pekan ASI Sedunia pada awal Agustus. Alih-alih mendapat dukungan, unggahan tersebut justru memicu perdebatan di media sosial.

Sejumlah warganet menilai anak usia 2 tahun sudah terlalu besar untuk menyusu. Ada pula yang menyebut praktik itu "menjijikkan" dan "aneh". Winona mengaku tak menyangka reaksinya akan sekuat itu.

Kisah Winona Menyusui Dua Anak Sekaligus

Winona tidak pernah merencanakan menyusui dua anak dalam satu waktu. Ia bahkan tidak membayangkan akan punya tiga anak dengan jarak usia berdekatan. Ia hamil anak ketiganya saat anak laki-laki tengahnya baru berusia sekitar 7 bulan.

Setelah bayi bungsunya lahir, Winona memutuskan tetap menyusui sang kakak sambil memberi ASI kepada bayinya. Baginya, langkah ini membantunya menjaga kedekatan dengan anak yang sebelumnya masih berstatus bayi.

"Tandem feeding telah membantu saya tetap memiliki ikatan yang kuat dengan anak saya yang berusia dua tahun selama masa transisi dari posisi 'bayi' menjadi anak tengah," ujar Winona seperti dilansir AoL.

Meski begitu, ia mengakui prosesnya tidak selalu mulus. Stimulasi berlebih kadang membuatnya kewalahan. Winona juga harus memastikan asupan makannya cukup karena tubuhnya membutuhkan lebih banyak energi.

Mengapa Menyusui Balita Menuai Pro dan Kontra

Perdebatan soal batas usia berhenti menyusu tidak sesederhana anggapan bahwa anak 2 tahun pasti terlalu besar untuk mendapat ASI. Leigh Anne O'Connor, International Board Certified Lactation Consultant (IBCLC), menjelaskan kepada Bored Panda bahwa menyusui balita secara biologis tergolong normal.

O'Connor menyebut usia penyapihan alami berada dalam rentang yang cukup luas. Rekomendasi organisasi kesehatan pun tidak menetapkan usia 2 tahun sebagai batas wajib berhenti menyusui.

World Health Organization (WHO) menganjurkan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan. Setelah itu, pemberian makanan pendamping dilanjutkan bersama ASI hingga usia 2 tahun atau lebih. American Academy of Pediatrics (AAP) juga merekomendasikan hal serupa, selama ibu dan anak sama-sama menginginkannya.

Artinya, saat anak menginjak usia 2 tahun, bukan berarti ia otomatis harus berhenti menyusu.

Apa Itu Tandem Breastfeeding?

Tandem breastfeeding atau tandem nursing adalah kondisi ketika seorang ibu menyusui dua anak dengan usia berbeda, umumnya bayi yang baru lahir dan kakaknya. Kondisi ini bisa terjadi saat ibu tetap menyusui anak pertamanya selama kehamilan, lalu melanjutkannya setelah bayi berikutnya lahir.

La Leche League menjelaskan bahwa tandem nursing menjadi pilihan bagi ibu yang ingin terus menyusui anak lebih besar setelah kelahiran bayi baru. Pelaksanaannya tidak harus selalu bersamaan. Ibu bisa menyusui kedua anak secara bergantian atau pada waktu yang sama, sesuai kondisi dan kenyamanan masing-masing.

Apakah ASI Cukup untuk Dua Anak?

Kekhawatiran yang paling sering muncul soal tandem nursing adalah apakah produksi ASI cukup untuk memenuhi kebutuhan dua anak. Menurut O'Connor, tandem nursing tidak otomatis membuat bayi baru lahir kekurangan ASI. Tubuh ibu dapat menyesuaikan produksi berdasarkan kebutuhan anak yang menyusu.

Setelah melahirkan, bayi baru lahir tetap mendapat kolostrum yang penting pada hari-hari pertama kehidupannya. Namun, kebutuhan bayi baru lahir perlu menjadi perhatian utama. La Leche League menyarankan bayi mendapat akses menyusu tanpa pembatasan saat ibu membangun produksi ASI setelah persalinan.

Pasalnya, kebutuhan nutrisi bayi baru lahir berbeda dengan anak yang lebih besar. Anak usia 2 tahun umumnya sudah mendapatkan sebagian besar kebutuhan gizinya dari makanan padat.

Kapan Ibu Perlu Berkonsultasi ke Dokter Laktasi

Menjalani tandem nursing butuh pemantauan ekstra, terutama di minggu-minggu awal setelah persalinan. Ibu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter, bidan, atau konselor laktasi jika berat badan bayi baru lahir tidak naik sesuai target, produksi ASI terasa seret, atau muncul nyeri hebat saat menyusui.

Keluhan seperti kelelahan berlebihan, asupan makan yang sulit tercukupi, dan rasa kewalahan berkepanjangan juga perlu dibicarakan dengan tenaga kesehatan. Dukungan profesional membantu ibu menjalani tandem nursing dengan lebih tenang.

Setiap ibu punya pertimbangan sendiri soal sampai kapan menyusui. Yang penting, keputusan itu diambil berdasarkan kondisi ibu dan anak, bukan tekanan komentar orang lain di media sosial.

Reporter: Farah