Beras Kelas Menengah Langka di Bandung dan Cimahi, Kementan Turun Tangan

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan beras kelas menengah menghilang dari pasar meski pasokan total cukup.
Penulis: Wahyu
Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:01:01 WIB

KILASKINI.COM — Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan kelangkaan beras jenis tertentu masih terjadi di wilayahnya, terutama beras kelas menengah yang menghilang dari pasar. Kementerian Pertanian tengah melakukan penertiban untuk menyelesaikan masalah tersebut. Di Cimahi, pasokan beras premium ke ritel modern juga dilaporkan menipis.

Farhan menjelaskan bahwa secara kuantitatif total pasokan beras sebenarnya cukup. Namun ketika dibagi berdasarkan jenis, beras kelas menengah yang justru hilang dari pasaran.

"Kemarin-kemarin beras itu masalahnya adalah secara keseluruhan tanpa melihat jenis beras itu cukup sebetulnya secara kuantitatif. Tapi kalau dibagi-bagi beras berdasarkan jenis beras, maka ada beras kelas menengah yang menghilang dari pasar," ucap Farhan, Senin (5/10/2026).

Menunggu Hasil Penertiban Kementan

Farhan menuturkan pihaknya masih menunggu hasil penertiban yang dilakukan Kementan. Pemerintah Kota Bandung juga akan mendorong distributor untuk kembali memenuhi kebutuhan beras kelas menengah.

"Itu sebabnya ada penertiban dari Kementerian Pertanian. Kita sedang menunggu hasil penertiban ini," kata dia.

Menurut Farhan, pasokan beras dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog melimpah. Beras super juga disebut mencukupi. Justru beras kelas menengah yang permintaannya paling tinggi.

Meski demikian, Farhan mengaku tidak bisa melakukan intervensi karena kondisi tersebut merupakan mekanisme pasar. Ia juga tidak menyalahkan distributor atas kelangkaan ini.

"Kan semua juga kalau lagi kita ngomongin distribusi mah saling menyalahkan, dan itunya mahal, dan itunya susah, dan ininya aduh gitulah," kata dia.

Cimahi Telusuri Penyebab Beras Premium Menipis

Di Kota Cimahi, Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperind) menemukan stok beras premium di ritel modern mulai menipis. Temuan itu didapat setelah petugas melakukan pengecekan langsung ke lapangan.

"Betul beras premium ada penurunan pasokan. Kita barusan dari dua ritel modern memang sedang turun pasokan," kata Kepala Bidang Perdagangan pada Disdagkoperind Kota Cimahi, Indra Bagjana, Senin.

Indra mengaku belum mengetahui penyebab minimnya pasokan beras premium kemasan ke ritel modern di Kota Cimahi. Jika merujuk data Badan Pangan Nasional (Bapanas), stok beras premium secara keseluruhan seharusnya cukup aman.

"Ini yang sedang kita telusuri penyebabnya. Memang sementara kalau data nasional seharusnya cukup," ucap Indra.

Pasar Rakyat dan Beras Medium Aman

Untuk beras curah yang dijual secara eceran tanpa kemasan di pasar rakyat, Indra memastikan stoknya cukup melimpah. Pedagang di pasar rakyat umumnya membeli beras dalam jumlah besar untuk dijual kembali secara curah.

"Kalau di pasar rakyat aman yang premium. Kan kalau mereka itu belinya curah, tanpa kemasan. Misalnya belanjanya 100 kilogram, nanti dijual lagi," ujar Indra.

Stok beras medium di ritel modern maupun pasar tradisional juga dipastikan melimpah. Bapanas telah membuka kembali dan menambah alokasi penyaluran beras SPHP untuk menjaga ketersediaan.

SiBesti Kembali Digelar Akhir Bulan

Disdagkoperind Kota Cimahi akan kembali menyalurkan program SiBesti atau Siapkan Beras untuk Masyarakat Cimahi pada bulan ini. Program tersebut bertujuan menstabilkan harga bahan pokok sekaligus membantu warga kurang mampu.

"Kita akan antisipasi akhir bulan ada SiBesti. Dari Bapanas juga SPHP dibuka lagi dan ditambah kuotanya," kata Indra.

Penutup: Kelangkaan beras kelas menengah di Bandung dan Cimahi menunjukkan persoalan distribusi yang tidak merata antarjenis beras, meski total pasokan nasional disebut cukup. Penertiban Kementan dan penambahan alokasi SPHP menjadi dua langkah yang kini ditunggu hasilnya oleh pemerintah daerah.

Reporter: Wahyu