Bansos Beras 2026 Dirapel 30 Kg untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1-4

Pemerintah menyiapkan 1 juta ton beras untuk 33,2 juta penerima manfaat bantuan pangan periode Oktober-Desember 2026.
Penulis: Doni
Rabu, 07 Oktober 2026 | 05:21:01 WIB

KILASKINI.COM — Pemerintah menyiapkan 1 juta ton beras untuk 33,2 juta penerima manfaat dalam program bantuan pangan periode Oktober-Desember 2026. Bantuan digelontorkan kepada kelompok masyarakat desil 1 hingga 4 yang berpenghasilan rendah. Penyaluran dilakukan Bulog bersama pemerintah daerah dan dirapel sekaligus 30 kilogram per penerima.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan bantuan pangan beras menyasar 33,2 juta penerima dari kelompok masyarakat desil 1 hingga 4. Total beras yang disiapkan mencapai 1 juta ton atau 1 miliar kilogram.

Kebijakan ini telah dilaporkan kepada Presiden dan mendapat persetujuan melalui surat resmi dari Menteri Sekretaris Negara. Pemerintah memutuskan memperpanjang sekaligus menambah penyaluran, setelah jadwal bantuan sebelumnya berakhir pada September.

Besaran Bantuan per Penerima

Setiap penerima manfaat mendapat 10 kilogram beras per bulan selama tiga bulan, yaitu Oktober, November, dan Desember 2026. Penyalurannya dirapel sekaligus, sehingga total yang diterima mencapai 30 kilogram per orang.

"Teknis penyaluran bantuan ini akan diberikan sebanyak 10 kilogram per bulan untuk jangka waktu tiga bulan, yang akan dirapel sekaligus untuk periode Oktober, November, dan Desember dengan total 30 kilogram per penerima manfaat," ujar Zulhas.

Pemerintah menyiapkan total 1 juta ton beras untuk seluruh penerima. Zulhas telah berkoordinasi dengan Menteri Keuangan, dan proses pencairan anggaran diperkirakan selesai dalam satu hingga dua hari ke depan untuk urusan administrasi.

Siapa yang Berhak Menerima

Bantuan ini menyasar kelompok masyarakat desil 1 hingga 4, yakni rumah tangga berpenghasilan rendah yang paling membutuhkan pangan pokok. Pemerintah menyalurkan program ini untuk menjaga pemenuhan kebutuhan beras kelompok tersebut.

Zulhas menyebut langkah ini diambil untuk menumbuhkan optimisme masyarakat di tengah harga beras yang mulai merangkak naik. Kebijakan juga menindaklanjuti arahan presiden soal ketahanan pangan.

Jadwal dan Mekanisme Penyaluran

Zulhas meminta Bulog dan pemerintah daerah segera menyalurkan bantuan begitu anggaran cair. Ia memperkirakan distribusi mulai berjalan dalam satu hingga dua minggu ke depan.

"Saya kira seminggu dua minggu ini Bulog sudah mulai mendistribusikan seluruh bantuan-bantuan pangan yang saya sebutkan tadi. Ini yang pertama yang darurat, Pak. Ini kategorinya darurat karena musim kemarau," ungkapnya.

Penyaluran dilakukan Bulog bersama pemerintah daerah. Informasi lebih rinci soal jadwal dan titik distribusi di tiap wilayah dapat diakses melalui kanal resmi Bulog dan pemerintah daerah setempat.

Mengapa Bantuan Dipercepat

Harga beras premium disebut mahal dan sulit didapat karena banyak sawah petani gagal panen akibat musim kemarau. Kondisi itu membuat pemerintah menetapkan bantuan pangan ini sebagai kategori darurat.

Zulhas memonitor langsung penyaluran bantuan pangan periode Oktober-Desember 2026 di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Ia juga mengajak gubernur, bupati, dan wali kota memprioritaskan sektor pangan demi menjaga stabilitas di daerah.

Waspadai Penipuan dan Pungli

Penerima manfaat tidak dipungut biaya apa pun untuk mendapatkan bantuan beras ini. Masyarakat diminta waspada terhadap oknum yang menjanjikan bantuan dengan imbalan uang atau meminta data pribadi secara tidak resmi.

Keluhan soal penyaluran bisa disampaikan melalui kanal pengaduan resmi Bulog dan pemerintah daerah. Laporkan setiap permintaan biaya tambahan atau potongan di luar ketentuan kepada petugas setempat.

Reporter: Doni