Danantara Tanam Rp4,6 Triliun di HighPeak Energy Texas

Danantara menanamkan investasi 250 juta dolar AS di HighPeak Energy Texas.
Penulis: Rendra
Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:00:31 WIB

KILASKINI.COM — Danantara Indonesia menanamkan investasi 250 juta dolar AS atau sekitar Rp4,6 triliun di HighPeak Energy, perusahaan migas asal Texas yang beroperasi di Permian Basin. Investasi ini dilakukan melalui holding investasinya, PT Danantara Investment Management (DIM), dengan skema saham preferen konvertibel bertahap. Langkah tersebut menandai ekspansi Danantara ke sektor energi Amerika Serikat.

HighPeak Energy bergerak di bidang akuisisi, pengembangan, eksplorasi, serta eksploitasi minyak dan gas bumi. Perusahaan ini beroperasi di Permian Basin, salah satu pusat produksi migas terbesar di Amerika Serikat.

Investasi Danantara dilakukan melalui penerbitan saham preferen konvertibel atau convertible preferred stocks dalam beberapa tahap. Skema itu memungkinkan konversi kepemilikan saham di kemudian hari sesuai kesepakatan para pihak.

Alasan Danantara Pilih HighPeak

Chief Executive Officer Danantara Investment Management Pandu Sjahrir menyatakan investasi ini merupakan bagian dari mandat DIM untuk menempatkan dana pada sektor strategis dengan prospek imbal hasil berkelanjutan jangka panjang.

"Investasi ini sejalan dengan mandat kami untuk berinvestasi di sektor strategis yang memberikan imbal hasil berkelanjutan dalam jangka panjang sekaligus mendukung kepentingan nasional Indonesia," kata Pandu dalam keterangan resmi, Selasa (6/10/2026).

Salah satu pertimbangan utama DIM adalah posisi HighPeak di Permian Basin. Kawasan itu dikenal sebagai salah satu pusat produksi minyak dan gas bumi terbesar di Amerika Serikat.

Posisi Permian Basin di Industri Migas Global

Permian Basin membentang di wilayah Texas bagian barat dan New Mexico tenggara. Kawasan ini menjadi salah satu penyumbang produksi minyak mentah terbesar bagi Amerika Serikat selama beberapa tahun terakhir.

Bagi Danantara, masuknya dana ke perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut memberi eksposur langsung terhadap salah satu pusat produksi energi paling produktif di dunia. HighPeak sendiri tercatat sebagai perusahaan yang fokus mengembangkan aset migas di wilayah itu.

Langkah Ekspansi Danantara ke Sektor Energi

Investasi di HighPeak menjadi bagian dari strategi Danantara memperluas portofolio ke sektor energi lintas negara. Sebelumnya, Danantara juga menyiapkan langkah menggandeng pihak swasta untuk mengelola aset BUMN mulai 2027.

Danantara juga sempat mengungkap bahwa 52 persen BUMN masih mencatatkan kerugian, sementara hanya 15 perusahaan yang memberi dividen. Kondisi itu menjadi salah satu dasar dorongan agar pengelolaan aset negara lebih optimal.

Penempatan dana di HighPeak menunjukkan Danantara tidak hanya bergerak di dalam negeri, tetapi juga memburu instrumen investasi di pasar global. Sektor migas dipilih karena dianggap punya prospek jangka panjang meski harga komoditas kerap berfluktuasi.

Bagi investor, langkah ini menjadi sinyal arah kebijakan investasi Danantara ke depan. Bagi publik, keputusan tersebut menandai bagaimana dana kelolaan negara diputar di pasar internasional, bukan hanya di proyek domestik.

Reporter: Rendra