Kemenpar Catat 10,58 Juta Kunjungan Wisman hingga Agustus 2026
KILASKINI.COM — Kementerian Pariwisata mencatat 10,58 juta kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang Januari–Agustus 2026, tumbuh 5,38 persen dibanding periode sama tahun lalu. Angka ini disampaikan dalam Laporan Bulanan Kinerja Kementerian Pariwisata di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (8/10/2026). Perjalanan wisatawan nusantara juga naik 4,29 persen secara kumulatif dengan 842,15 juta perjalanan.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut capaian ini sebagai tanda ketahanan sektor pariwisata nasional di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global. Laporan disampaikan bersama Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa. "Kita patut bersyukur bahwa di tengah situasi tersebut, pariwisata Indonesia tetap menunjukkan resiliensi dan melanjutkan pertumbuhan positif," ujar Widiyanti.
Angka Kunjungan Wisman Agustus 2026
Pada Agustus 2026, Indonesia menerima 1,60 juta kunjungan wisman, naik 6,27 persen dibanding Agustus 2025. Secara kumulatif Januari–Agustus 2026, totalnya mencapai 10,58 juta kunjungan atau tumbuh 5,38 persen secara tahunan.
Kenaikan datang dari beberapa kawasan pasar. Kunjungan dari Asia lainnya naik 8,41 persen, Asia Tenggara 7,75 persen, dan Oseania 7,36 persen. Timur Tengah secara kumulatif kembali tumbuh 1,30 persen.
Wisnus Jadi Penopang Utama
Perjalanan wisatawan nusantara pada Agustus 2026 mencapai 104,30 juta perjalanan, meningkat 11,47 persen dari periode sama tahun sebelumnya. Sepanjang Januari–Agustus 2026, totalnya 842,15 juta perjalanan atau tumbuh 4,29 persen.
Ni Luh Puspa menegaskan wisatawan domestik berperan penting menopang industri. "Pertumbuhan pariwisata juga ditopang oleh kekuatan dari dalam negeri. Ini menegaskan posisi wisatawan nusantara sebagai salah satu penopang utama ketahanan pariwisata Indonesia," kata Ni Luh.
Kemenpar mendorong masyarakat berwisata lewat kampanye #DiIndonesiaAja sekaligus memperluas persebaran kunjungan ke berbagai destinasi.
Perjalanan ke Luar Negeri Turun
Perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri turun 6,02 persen pada Agustus 2026. Secara kumulatif Januari–Agustus, angkanya 5,91 juta atau turun 3,56 persen.
Selisih antara kunjungan wisman dan perjalanan ke luar negeri meningkat menjadi 4,67 juta kunjungan sepanjang Januari–Agustus 2026, dari sebelumnya 3,91 juta pada periode sama tahun lalu.
Skor TTDI Indonesia Naik ke Peringkat 23 Dunia
Indonesia mencatat peningkatan skor Travel and Tourism Development Index (TTDI) 2026 yang dirilis World Economic Forum. Skornya naik dari 4,46 pada 2024 menjadi 4,56 pada 2026.
Dengan skor itu, Indonesia berada di peringkat ke-23 dunia, keenam di Asia Pasifik, dan kedua di Asia Tenggara setelah Singapura. Capaian tercatat pada indikator prioritas pembangunan pariwisata, daya saing harga, kekayaan sumber daya alam, serta sumber daya budaya.
Widiyanti mengingatkan masih ada aspek yang perlu dibenahi: infrastruktur, layanan pariwisata, kesehatan dan kebersihan, kesiapan digital, keterbukaan perjalanan, serta keamanan. "Capaian ini menunjukkan kuatnya komitmen pemerintah terhadap sektor pariwisata, sekaligus besarnya modal alam dan budaya yang kita miliki," ujarnya.
Hotel Bintang dan Penghargaan MICHELIN Keys 2026
Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang pada Agustus 2026 mencapai 52,52 persen, naik 2,01 poin persentase dibanding Agustus tahun sebelumnya. Sepanjang Januari–Agustus 2026, TPK mencapai 49,56 persen atau naik 2,30 poin persentase.
Industri perhotelan juga mendapat pengakuan internasional lewat MICHELIN Keys 2026. Sebanyak 47 hotel dan resor Indonesia meraih penghargaan itu, naik dari 33 properti pada tahun sebelumnya. NIHI Sumba, Amanjiwo, dan Mandapa, a Ritz-Carlton Reserve, meraih tiga MICHELIN Keys kategori An Extraordinary Stay.
Karisma Event Nusantara 2026
Kemenpar mendukung 125 event daerah terkurasi yang tersebar di 38 provinsi melalui program Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Hingga 30 September 2026, sebanyak 89 event telah terlaksana di 34 provinsi. Dari 78 event yang dikaji dampak ekonominya, tercatat 9,97 juta pengunjung.