IHSG Berpeluang Menguat ke 6.100, BRIDS Pilih EMAS dan KLBF
KILASKINI.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka pekan dengan peluang konsolidasi mengarah ke penguatan, setelah ditutup naik 1,04% ke level 6.093,76 pada Jumat (9/10/2026). BRI Danareksa Sekuritas menilai penguatan indeks masih bergantung pada keberlanjutan arus dana asing dan stabilisasi sentimen global. Empat saham masuk daftar rekomendasi harian, tiga di antaranya berstatus beli.
Rebound IHSG pada akhir pekan lalu membawa indeks kembali ke atas level psikologis 6.000. Sepanjang sesi Jumat, IHSG sempat menyentuh titik terendah intraday 5.995,82 sebelum berbalik menguat di tengah tekanan jual. Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) Reza Diofanda menyebut kenaikan tersebut belum cukup menjadi sinyal tren bullish yang solid.
"Penguatan IHSG masih perlu dikonfirmasi oleh keberlanjutan arus dana asing dan stabilisasi sentimen global," ujar Reza dalam publikasi risetnya.
Dua Level Kunci yang Menentukan Arah Indeks
Secara teknikal, area 5.996–6.000 menjadi support penting yang harus dipertahankan. Selama indeks bertahan di atas zona itu, peluang konsolidasi dengan kecenderungan menguat tetap terbuka.
Resistance terdekat berada di level 6.100. Jika berhasil ditembus, ruang kenaikan berikutnya bakal terbuka. Sebaliknya, penurunan di bawah 6.000 berpotensi memicu tekanan bearish lanjutan menuju area 5.854.
Pelaku pasar disarankan mencermati pergerakan indeks dan sentimen global sebelum menyusun strategi transaksi harian.
Penjualan Ritel Jadi Penopang dari Dalam Negeri
Dari sisi domestik, data penjualan ritel Indonesia pada Agustus 2026 tumbuh 1,3% secara tahunan (year-on-year/YoY). Capaian itu lebih tinggi dibanding pertumbuhan Juli 2026 yang sebesar 1,1%, sekaligus menandai kenaikan dua bulan beruntun.
Meski begitu, pergerakan IHSG awal pekan masih rentan terhadap gejolak eksternal. Investor akan memantau imbal hasil US Treasury, indeks dolar AS (DXY), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD/IDR), serta harga minyak mentah Brent.
Risiko inflasi dan sikap hawkish bank sentral AS, Federal Reserve, menjadi faktor yang membayangi. Data perdagangan China juga dijadwalkan rilis pada awal pekan.
Jadwal Data AS yang Wajib Dicermati Pekan Ini
Agenda ekonomi AS menjadi penentu besar arah arus dana ke pasar berkembang. Data inflasi konsumen atau consumer price index (CPI) dijadwalkan keluar Rabu (14/10/2026).
Dua hari berselang, Kamis (15/10/2026), giliran data producer price index (PPI) dan penjualan ritel AS yang dirilis. Ketiga data itu akan membentuk ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga The Fed.
Dampaknya bisa langsung terasa pada pergerakan modal asing di emerging markets, termasuk Indonesia.
Rekomendasi Saham BRIDS untuk Perdagangan Hari Ini
BRIDS merilis empat saham pilihan untuk perdagangan Senin (12/10/2026). Tiga saham direkomendasikan beli, satu saham berstatus jual.
- PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) — Buy, harga penutupan Rp 8.100, target harga Rp 8.400–Rp 8.850, stop loss di bawah Rp 7.800, strategi swing trade.
- PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) — Buy, harga penutupan Rp 785, target harga Rp 800–Rp 825, stop loss di bawah Rp 75, strategi day trade.
- PACK — Buy, harga penutupan Rp 488, target harga Rp 470–Rp 488, stop loss di bawah Rp 450, strategi day trade.
- DOOH — Sell, harga penutupan Rp 270, target harga Rp 238.
Rekomendasi tersebut merupakan pandangan analis untuk tanggal yang disebutkan. Pergerakan harga saham tetap dipengaruhi kondisi pasar dan berbagai risiko, sehingga investor perlu mempertimbangkan profil risiko masing-masing serta melakukan analisis mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.