KILASKINI.COM — Program Keluarga Harapan (PKH) memasuki tahap pencairan ke-4 2026 untuk periode Oktober, November, dan Desember. Bantuan disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang memenuhi kriteria. Di pasar komoditas, harga emas dunia berpeluang menguji area resistance USD4.208-USD4.233 per troy ons.
Sejumlah berita ekonomi sepanjang pekan ini menjadi perhatian pembaca. Mulai dari jadwal pencairan PKH tahap keempat hingga prospek penguatan harga emas dunia. Berikut rangkuman selengkapnya.
PKH Tahap 4 2026 Mulai Cair untuk Periode Oktober-Desember
Program Keluarga Harapan resmi memasuki tahap pencairan ke-4 2026. Periode bantuan mencakup Oktober, November, dan Desember. Penyaluran menyasar KPM yang memenuhi kriteria yang ditetapkan.
Cara Cek Penerima Bansos Oktober 2026 Lewat HP
Masyarakat dapat mengecek status penerima bantuan sosial Oktober 2026 melalui ponsel. Proses pengecekan tidak mengharuskan penerima datang ke kantor kelurahan atau desa. Cukup gunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai kunci pengecekan.
Low Tuck Kwong Puncaki Daftar Orang Terkaya Indonesia
Low Tuck Kwong menempati posisi teratas orang terkaya di Indonesia pada Oktober 2026. Kekayaannya tercatat sekitar USD16,5 miliar. Angka itu merujuk data Forbes Real-Time Billionaires.
Promo Frozen Food Super Indo Mulai Rp15.990
Super Indo menghadirkan promo produk makanan beku dengan harga mulai Rp15.990. Promo bertajuk "Praktis 30.000an, Borong Banyak Pilihan" berlaku hingga 7 Oktober 2026.
Emas Dunia Berpeluang Uji Resistance USD4.233 per Troy Ons
Harga emas dunia atau XAU/USD berpeluang melanjutkan penguatan pada pekan depan. Analisis Dupoin Futures menyebut pengujian area resistance USD4.208-USD4.233 per troy ons.
Pada grafik harian, pergerakan emas masih menunjukkan tren kenaikan jangka pendek atau secondary bullish trend. Pergerakan itu menjadi acuan pelaku pasar komoditas dalam menyusun posisi.
Bagi investor ritel, level resistance tersebut menjadi titik pantau utama. Penembusan area itu membuka ruang penguatan lanjutan, sementara kegagalan bertahan berpotensi memicu koreksi teknikal.