Tanta Ginting Ungkap Adegan Tenggelam di Film Ghosthing Jadi Bagian Tersulit

Tanta Ginting mengungkap adegan tenggelam di sungai sebagai bagian tersulit selama syuting film Ghosthing.
Penulis: Doni
Senin, 12 Oktober 2026 | 15:00:31 WIB

KILASKINI.COM — Tanta Ginting mengungkap adegan tenggelam di sungai sebagai bagian tersulit selama syuting film Ghosthing. Dalam konferensi pers di XXI Senayan City, Jakarta, Jumat (9/10/2026), aktor berusia 44 tahun itu menceritakan sungai yang jadi lokasi syuting ternyata cukup dalam. Stuntman yang disiapkan untuk menggantikannya justru kram, sehingga Tanta harus turun langsung ke air.

Peran sebagai arwah bernama Arip membawa Tanta Ginting ke salah satu pengalaman syuting paling menantang dalam kariernya. Ghosthing menjadi film layar lebar ketiganya yang tayang tahun ini. Penyebab kematian Arip yang tenggelam di sungai membuat Tanta harus menjalani adegan berat di lokasi syuting.

Mengapa Adegan Tenggelam Sulit Dilakukan

Bagi Tanta, adegan pura-pura tenggelam jauh lebih rumit dibanding perkelahian atau aksi lainnya. Ia menyebut bagian itu sebagai adegan tersulit di sepanjang produksi Ghosthing.

"Dari semua adegan di satu film itu yang paling susah itu buat aku. Karena emang ternyata adegan pura-pura tenggelam itu susah," ungkap Tanta dalam konferensi pers film Ghosthing di XXI Senayan City, Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Aktor kelahiran Medan itu menjelaskan sungai yang dipakai bukan lokasi dangkal. Karena tidak bisa menapak, ia harus berulang kali muncul ke permukaan sambil berakting meminta pertolongan.

"Karena sungainya enggak cetek. Kalau cetek kan kita bisa napak, jadi walaupun tenggelam bisa nongol lagi. Tenggelam nongol lagi gitu. Dan kita enggak bisa narik napas. Karena kan sambil teriak, 'Wah, tolong, tolong, tolong!'," jelasnya.

Stuntman Kram, Tanta Kembali Turun ke Sungai

Produksi sempat menyiapkan stuntman untuk mengambil alih adegan berisiko tersebut. Namun, sang stuntman yang lebih terbiasa melakukan adegan perkelahian justru mengalami kram saat berada di sungai yang dalam.

"Kebetulan stuntman aku tuh kebanyakan dia lebih ke fighting. Jadi, dia enggak biasa di air. Sungainya dalam, jadi dia kram. Baru sekali udah kram," ujar Tanta.

Kondisi itu membuat Tanta harus kembali masuk ke air, termasuk saat waktu istirahatnya. Ia mengaku sempat menikmati jeda sebelum akhirnya diminta turun lagi ke sungai.

"Makanya terus akhirnya saya lagi yang kerja. Akhirnya pas saya lagi istirahat, enak-enaknya istirahat, turun lagi ke sungai, tenggelam-tenggelaman lagi," tambahnya.

Syuting di Kuburan Sungguhan

Selain adegan air, Tanta banyak menjalani pengambilan gambar di area pemakaman karena perannya sebagai arwah. Lokasi yang dipakai bukan kuburan setting, melainkan pemakaman sungguhan.

Bintang film Warga Rusun 609 itu menuturkan para pemain dan kru selalu meminta izin sebelum memulai proses syuting di tempat tersebut. Kebiasaan itu dijalankan sebagai bentuk penghormatan selama produksi berlangsung.

Ghosthing menambah daftar film layar lebar Tanta Ginting yang rilis tahun ini. Pilihan peran sebagai arwah dengan latar pemakaman dan sungai menunjukkan sisi lain aktor tersebut di luar peran aksi yang lebih sering ia mainkan.

Reporter: Doni