Imunisasi Anak di Dolopo Madiun: Peran Babinsa Dampingi Bidan Desa

Babinsa Desa Dolopo mendampingi bidan desa dalam pelaksanaan imunisasi anak di aula kantor desa.
Penulis: Wahyu
Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:20:31 WIB

KILASKINI.COM — Seorang bintara pembina desa di Dolopo, Madiun, turun langsung mendampingi bidan desa saat pelaksanaan imunisasi anak di aula kantor desa. Pendampingan semacam ini jadi pengingat bahwa kelengkapan jadwal imunisasi si kecil bukan cuma urusan orang tua, tapi juga butuh dukungan lingkungan sekitar.

Serda Edi Cahyanto, Babinsa Desa Dolopo, bersama bidan desa mendampingi pelaksanaan imunisasi anak di aula Kantor Desa Dolopo, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan anak sekaligus melindungi mereka dari penyakit yang bisa dicegah lewat imunisasi.

Kehadiran Babinsa di tengah kegiatan bukan sekadar formalitas. Dukungan TNI terhadap pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah binaan jadi salah satu bentuk nyata sinergi lintas pihak.

Mengapa Pendampingan Babinsa Penting untuk Imunisasi Anak

Dalam pelaksanaannya, Serda Edi Cahyanto membantu kelancaran kegiatan bersama tenaga kesehatan. Kolaborasi antara Babinsa dan bidan desa diharapkan mendorong kesadaran orang tua, terutama soal memenuhi jadwal imunisasi anak.

Imunisasi berperan membantu membentuk kekebalan tubuh anak terhadap penyakit tertentu. Karena itu, keterlibatan banyak pihak diperlukan agar pelayanan kesehatan menjangkau masyarakat dengan baik.

Bagi ibu muda yang tinggal di daerah, kehadiran figur seperti Babinsa bisa jadi jembatan informasi. Orang tua yang ragu atau lupa jadwal bisa langsung bertanya ke bidan desa saat kegiatan berlangsung.

Sinergi Babinsa dan Bidan Desa di Lapangan

Melalui pendampingan tersebut, Babinsa Desa Dolopo berharap kegiatan pelayanan kesehatan seperti imunisasi terus berjalan lancar. Harapannya, kepedulian masyarakat terhadap kesehatan ibu dan anak ikut meningkat.

Kegiatan ini juga mencerminkan kedekatan Babinsa dengan warga. Tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, ia turut mendukung upaya peningkatan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.

Yang Perlu Ibu Siapkan Sebelum Imunisasi Anak

Sebelum datang ke posyandu atau aula desa, pastikan buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) terbawa. Buku ini mencatat riwayat imunisasi si kecil, sehingga bidan tahu jenis vaksin apa yang berikutnya diberikan.

Kenakan pakaian anak yang mudah dibuka, misalnya kaus lengan pendek atau baju berkancing depan. Bawa juga camilan dan air minum untuk menenangkan anak setelah disuntik.

Kalau anak sedang demam tinggi atau baru sembuh dari sakit, tanyakan dulu ke bidan apakah imunisasi bisa ditunda. Jangan ragu berdiskusi, karena jadwal imunisasi masih bisa disesuaikan.

Kapan Perlu Konsultasi ke Tenaga Kesehatan

Setelah imunisasi, anak biasanya hanya mengalami demam ringan atau nyeri di bekas suntikan. Gejala ini umumnya hilang dalam satu hingga dua hari.

Segera hubungi bidan atau dokter jika anak demam di atas 39 derajat Celsius, kejang, sulit dibangunkan, atau menangis terus-menerus lebih dari tiga jam. Reaksi berat seperti ini jarang terjadi, tapi tetap perlu penanganan cepat.

Simpan nomor bidan desa atau puskesmas terdekat di ponsel. Saat ibu butuh kepastian, satu panggilan telepon bisa menghemat waktu dan menenangkan pikiran.

Menjaga Jadwal Imunisasi Tetap Lengkap

Imunisasi dasar lengkap diberikan sejak bayi baru lahir hingga usia 18 bulan, dilanjutkan dengan imunisasi lanjutan saat sekolah. Setiap dosis punya jadwalnya sendiri, jadi mencatat tanggal berikutnya sangat membantu.

Kalau ibu melewatkan satu jadwal, tidak perlu panik. Konsultasikan ke bidan atau puskesmas untuk mengejar dosis yang tertinggal sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Dukungan dari lingkungan sekitar, seperti yang ditunjukkan Babinsa Desa Dolopo, membuat perjalanan imunisasi anak terasa lebih ringan. Ibu tidak berjalan sendiri, ada bidan desa dan warga yang siap membantu.

Reporter: Wahyu