Target Menyusui Tak Tercapai, Ibu Bisa Kecewa hingga Berdampak pada Mental

Survei Yale menemukan 40 persen ibu yang berhenti menyusui belum mencapai target menyusui prenatalnya.
Penulis: Doni
Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:01:01 WIB

KILASKINI.COM — Survei terbaru Yale menemukan 40 persen ibu yang berhenti menyusui punya target menyusui yang belum tercapai, dan 60 persen di antaranya merasa kecewa. Artikel ini mengulas temuan studi tersebut, alasan target menyusui bisa membebani mental ibu, dan cara menyikapinya dengan lebih sehat.

Target menyusui sering jadi ukuran keberhasilan seorang ibu, padahal tidak semua perjalanan mengASIhi berjalan mulus. Studi terbaru dari Yale School of Medicine menunjukkan bahwa target yang tidak tercapai bisa berdampak nyata pada kesehatan mental ibu pasca melahirkan.

Apa Temuan Studi Yale Soal Target Menyusui?

Peneliti Yale melakukan analisis sekunder terhadap data survei nasional tahun 2026 untuk melihat bagaimana hasil menyusui yang berpusat pada individu berubah dalam beberapa dekade terakhir. Pada Januari 2026, mereka merekrut 712 orang dewasa yang punya bayi cukup bulan berusia tiga hingga 24 bulan dan lahir di Amerika Serikat.

Peserta harus melaporkan pernah menggunakan pompa ASI setelah persalinan penuh agar bisa ikut serta. Pertanyaan survei diadaptasi dari survei CDC yang sudah ada, termasuk Survei Praktik Pemberian Makan Bayi.

Alih-alih menilai target spesifik ibu, peneliti bertanya apakah peserta merasa telah bertemu, belum memenuhi, atau masih berusaha menuju tujuan menyusui prenatal pribadi mereka. Mereka juga menilai seberapa puas dan sukses ibu merasa menyusui secara keseluruhan dengan skala Likert lima poin.

Berapa Banyak Ibu yang Kecewa dengan Targetnya?

Dari peserta yang berhenti menyusui setelah survei selesai, sebanyak 40 persen memiliki target menyusui prenatal yang belum tercapai. Di antara mereka, 60 persen mengaku kecewa dengan hasil tersebut.

Ibu yang punya tujuan belum tercapai juga melaporkan kepuasan dan keberhasilan menyusui beberapa kali lebih rendah dibanding yang targetnya terpenuhi. Dibandingkan studi di AS satu hingga dua dekade sebelumnya, prevalensi tujuan yang belum tercapai memang sedikit lebih rendah, tapi masih ada ruang perbaikan.

Mengapa Target Menyusui Bisa Bebani Mental Ibu?

Menurut Deanna Nardella dari Yale School of Medicine, hasil yang berpusat pada individu seperti kesejahteraan orang tua dan kesehatan emosional penting untuk mengukur pengalaman menyusui secara lebih baik. Apakah seseorang mencapai tujuan menyusui prenatalnya atau tidak juga termasuk hasil yang memberi perspektif berpusat pada individu.

Nardella menyebut temuan ini menegaskan dampak negatif yang mungkin muncul dari target menyusui yang tidak tercapai terhadap kesehatan mental dan emosional pasca melahirkan.

"Temuan ini menegaskan dampak negatif yang mungkin dari tujuan menyusui yang tidak tercapai terhadap kesehatan mental dan emosional pasca melahirkan individu, sebuah hubungan yang kompleks dan menjadi kontributor penting terhadap morbiditas dan mortalitas pasca melahirkan," kata Nardella, instruktur di YSM dan penulis koresponden studi baru ini.

Kebijakan Pendukung Menyusui Sejak 2005

Penelitian sebelumnya soal penghentian menyusui yang tidak direncanakan berasal dari data CDC tahun 2005-2007 dan program WIC tahun 2013. Studi-studi itu melaporkan setengah hingga tiga perempat ibu berhenti menyusui lebih awal dari yang mereka inginkan.

Sejak saat itu, sejumlah kebijakan lokal, negara bagian, dan nasional diberlakukan untuk melindungi dan mendukung menyusui, seperti Inisiatif Rumah Sakit Ramah Bayi, Undang-Undang Perawatan Terjangkau, dan Undang-Undang PUMP. Studi Yale terbaru menilai apakah kemajuan sudah tercapai terkait hasil menyusui yang berpusat pada individu.

Kapan Ibu Perlu Mencari Bantuan?

Kekecewaan karena target menyusui tidak tercapai adalah hal yang wajar, tapi jangan dibiarkan berlarut. Kalau rasa sedih, cemas, atau bersalah soal menyusui terus muncul dan mengganggu aktivitas harian, ibu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter, bidan, atau konselor laktasi.

Dukungan dari pasangan, keluarga, dan komunitas sesama ibu juga membantu meringankan beban emosional selama masa menyusui.

Yang Perlu Diingat Soal Target Menyusui

Menyusui adalah pengalaman yang berbeda untuk setiap ibu. Angka 40 persen dan 60 persen dalam studi Yale menunjukkan bahwa target yang tidak tercapai bukan kegagalan pribadi, melainkan hal yang dialami banyak ibu.

Yang lebih penting dari sekadar mencapai target adalah kesehatan ibu dan bayi serta kesejahteraan emosional selama menjalani perjalanan menyusui.

Reporter: Doni