SpaceX Akuisisi Spektrum USD 8 Miliar, Starlink Mobile Tantang Operator AS

SpaceX resmi mengakuisisi lisensi spektrum radio senilai sekitar USD 8 miliar untuk memperkuat layanan Starlink Mobile di Amerika Serikat.
Penulis: Doni
Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:01:31 WIB

KILASKINI.COM — SpaceX resmi mengakuisisi lisensi spektrum radio senilai sekitar USD 8 miliar atau setara Rp 143 triliun untuk memperkuat layanan Starlink Mobile di Amerika Serikat. Langkah ini menandai masuknya Starlink ke pasar komunikasi seluler yang selama ini dikuasai AT&T, Verizon, dan T-Mobile. Saham ketiga operator besar itu kompak anjlok pada Jumat menyusul pengumuman tersebut.

SpaceX membeli lisensi spektrum pita 800 megahertz yang selama ini digunakan untuk layanan nirkabel dari menara seluler darat. Dengan spektrum ini, Starlink Mobile dapat menawarkan jangkauan seluler yang menjangkau perangkat di dalam gedung, celah teknis yang selama ini sulit dipenuhi koneksi satelit.

Perusahaan menyebut akuisisi ini sebagai langkah penting untuk menyediakan layanan telepon menyeluruh di Amerika Serikat. Kesepakatan masih menunggu persetujuan Komisi Komunikasi Federal AS (FCC).

Mengapa Spektrum Pita Rendah Jadi Kunci

Frekuensi di pita 800 megahertz memiliki karakteristik propagasi yang baik untuk menembus dinding bangunan. Spektrum ini secara tradisional dipakai operator seluler terestrial, bukan layanan berbasis satelit.

SpaceX menyatakan spektrum tersebut memungkinkan Starlink menggabungkan koneksi satelit ke telepon dengan jaringan darat. Jaringan gabungan ini diklaim mampu memberikan jangkauan seluler lebih mulus, terutama di lokasi yang sulit dijangkau sinyal satelit.

FCC juga telah menyetujui permohonan Starlink Mobile untuk meluncurkan 15.000 satelit yang dirancang memancarkan sinyal di pita 2 gigahertz. Satelit ini dapat terhubung langsung dengan telepon seluler.

Reaksi Pasar: Saham Operator Besar Anjlok

Saham AT&T, Verizon, dan T-Mobile kompak turun pada Jumat setelah berita akuisisi ini beredar. Sebaliknya, saham SpaceX naik sekitar 2%.

Langkah SpaceX memperluas ekspansi Starlink dari sekadar layanan broadband satelit menjadi masuk lebih dalam ke pasar komunikasi seluler. Posisi ini menempatkan mereka bersaing langsung dengan operator-operator besar AS.

Pernyataan Resmi

"Ini adalah kepingan teka-teki spektrum penting terakhir yang dibutuhkan SpaceX untuk menyediakan jangkauan telepon yang menyeluruh di Amerika," kata CEO SpaceX Elon Musk, dikutip CBS melalui detikINET.

"Spektrum pita rendah utama ini mengatasi salah satu celah teknis utama yang tersisa, yang akan membuka jalan bagi Starlink Mobile untuk menjadi operator seluler besar di AS," ungkap pihak SpaceX.

Tantangan Infrastruktur Darat

Analis menilai SpaceX masih menghadapi kendala teknis untuk penetrasi sinyal yang andal di wilayah perkotaan. Tim Farrar dari TMF Associates menyebut jumlah spektrum yang dimiliki masih sangat terbatas.

"Hal ini makin memanaskan persaingan antara SpaceX dan operator seluler. Namun jumlah spektrumnya masih sangat terbatas, dan untuk mendapatkan penetrasi sinyal yang andal hingga ke dalam bangunan di wilayah perkotaan, SpaceX harus membangun menara di darat," ujar Farrar.

Jika disetujui FCC, akuisisi ini berpotensi mengubah peta persaingan telekomunikasi AS. SpaceX tampaknya bertekad bersaing dengan raksasa telekomunikasi tanpa melibatkan mereka sebagai mitra.

Reporter: Doni