Munafri Arifuddin Buka Makassar Oto Day Fest 2026, Minta Komunitas Tertib Lalu Lintas
KILASKINI.COM — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin membuka Makassar Oto Day Fest 2026 di parkir Mall Phinisi Point, Jalan Metro Tanjung Bunga, Sabtu (17/10/2026). Lewat kegiatan dua hari 17–18 Oktober yang diinisiasi Dinas Perhubungan Kota Makassar itu, ia meminta komunitas otomotif jadi pelopor keselamatan berkendara sekaligus tertib membayar pajak kendaraan.
Munafri menilai ajang kumpul penggemar mobil tidak cukup berhenti sebagai ruang silaturahmi. Menurutnya, kegiatan semacam Makassar Oto Day Fest 2026 harus jadi momentum membangun kesadaran keselamatan berlalu lintas dan kepatuhan pada aturan.
"Pola pendekatan ini adalah bagaimana kelompok atau komunitas otomotif, khususnya kendaraan roda empat atau mobil, bisa menjadi satu bagian dalam sebuah ikatan tali silaturahmi sekaligus menjaga atau menjalankan yang namanya safety," kata Munafri saat membuka acara.
Pendidikan Lalu Lintas Diusulkan Masuk Kurikulum Dasar
Wali kota yang akrab disapa Appi itu mengungkapkan, isu keselamatan berlalu lintas turut ia sampaikan dalam forum internasional UN Mayor Summit di Jenewa, Swiss. Salah satu gagasan yang dibawa adalah penanaman budaya berkendara aman sejak usia dini.
Karena itu, Appi mendorong pendidikan lalu lintas diintegrasikan ke kurikulum pendidikan dasar. Tujuannya agar kesadaran keselamatan tertanam pada generasi muda, bukan sekadar hafalan aturan.
"Saya menyampaikan bahwa pentingnya pendidikan terhadap lalu lintas ini sudah harus masuk di dalam kurikulum pendidikan dasar. Kenapa? Ini tidak hanya untuk menjaga keselamatan kita, tapi juga menjaga keselamatan orang lain," tegasnya.
Melawan Arus hingga Trotoar Jadi Parkir
Appi menyoroti sejumlah pelanggaran yang masih sering ditemui di jalan raya Makassar: melawan arus, menerobos lampu merah, dan mengabaikan rambu larangan. Menurutnya, perilaku itu mencerminkan rendahnya kesadaran sebagian pengguna jalan terhadap aturan dan keselamatan bersama.
"Ini menandakan sebuah perilaku yang menurut saya mendegradasi kemampuan kita atau mendegradasi moralitas kita dalam berkendara," ujarnya.
Soal trotoar, ia meminta masyarakat tidak memarkir mobil maupun motor di atasnya, apalagi memakainya untuk berjualan. Fasilitas pejalan kaki mesti tetap berfungsi sesuai peruntukan.
"Kadang-kadang trotoar atau pedestrian yang harusnya dipakai oleh pejalan kaki malah di atas diparkir mobilnya dan motornya, jualan di atasnya, dan sebagainya. Ini memperlihatkan sebuah perilaku yang tidak menggambarkan bahwa kita mengerti dan taat terhadap aturan-aturan lalu lintas," lanjutnya.
Pastikan SIM Sesuai Ketentuan, Termasuk SIM C1 dan C2
Munafri juga menekankan pentingnya kepemilikan Surat Izin Mengemudi yang sesuai ketentuan bagi setiap pengendara. Ia meminta warga memastikan anggota keluarga yang memakai kendaraan sudah memenuhi syarat administrasi dan punya izin mengemudi sah.
"Sekarang sudah keluar lagi SIM C1 dan C2. Jadi saya berharap Bapak/Ibu sekalian untuk memastikan apakah istrinya, apakah anaknya, tolong kalau diberikan kendaraan, dipastikan juga ada surat izin mengemudi yang bisa mereka dapatkan," pesannya.
Komunitas Otomotif Diminta Jadi Contoh Bayar Pajak
Di luar keselamatan berkendara, Appi mengingatkan kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor. Aparatur sipil negara di lingkungan Pemkot Makassar dan anggota komunitas otomotif diminta memberi contoh positif kepada masyarakat dalam memenuhi kewajiban itu.
Menurutnya, komunitas otomotif punya potensi besar menjadi mitra pemerintah menyebarkan edukasi tertib berlalu lintas, penggunaan kendaraan yang bertanggung jawab, serta kepatuhan sebagai pemilik kendaraan.
Lewat Makassar Oto Day Fest 2026, Munafri berharap komunitas otomotif tidak hanya memperkuat solidaritas, tetapi juga tampil sebagai agen perubahan dalam membangun budaya berkendara yang aman, tertib, dan taat aturan di Kota Makassar.