BMKG Catat Suhu 38,2 Derajat Celsius, Ini Daerah Terpanas Oktober 2026
KILASKINI.COM — BMKG mencatat suhu udara di Lampung menembus 38,2 derajat Celsius pada 12–13 Oktober 2026, menjadikannya wilayah terpanas di Indonesia. Panas ekstrem dipicu kombinasi El Nino kategori sangat kuat dan IOD Positif yang menekan pembentukan awan hujan. Kondisi ini memperpanjang kekeringan dan berpotensi mengerek kerentanan kebakaran lahan di sejumlah daerah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan anomali suhu muka laut di wilayah Nino3.4 pada awal Oktober 2026 mencapai positif 3,33 derajat Celsius, masuk kategori sangat kuat. Indeks El Niño-Southern Oscillation (ENSO) periode Agustus–September–Oktober tercatat positif 3,08.
Pada periode yang sama, indeks Indian Ocean Dipole (IOD) dasarian berada di angka positif 0,703. Dua fenomena yang terjadi bersamaan ini menekan potensi pembentukan awan hujan di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Daerah dengan Suhu Terpanas
Minimnya tutupan awan membuat radiasi matahari mencapai permukaan bumi secara maksimal. Sejumlah wilayah mencatat suhu di atas 37 derajat Celsius pada 12–13 Oktober 2026.
- Lampung: 38,2 derajat Celsius
- Jawa Barat: 37,8 derajat Celsius
- Jawa Tengah: 37,8 derajat Celsius
- Papua Selatan: 37,4 derajat Celsius
- Kalimantan Selatan: 37,4 derajat Celsius
1.297 Titik Panas Tersebar
Kerentanan kebakaran hutan dan lahan meningkat, terutama di wilayah dengan periode tanpa hujan panjang. Identifikasi BMKG menemukan 1.297 titik panas (hotspot) di seluruh Indonesia.
"Sebaran terbanyak tercatat di Sumatera sebanyak 505 titik dan Kalimantan sebanyak 346 titik, disusul Papua dan Maluku sebanyak 330 titik. Sementara itu, Sulawesi terpantau memiliki 66 titik, Nusa Tenggara 38 titik, dan Jawa 12 titik," tulis BMKG di laman resminya.
Kapan Musim Hujan Datang?
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyatakan kombinasi El Nino dan IOD memperparah serta memperpanjang periode kekeringan. Dampaknya, musim hujan 2026/2027 datang lebih mundur dari rata-rata klimatologis dan berlangsung lebih singkat.
"Kombinasi fenomena El Nino dan IOD yang terjadi bersamaan ini memperparah dan memperpanjang periode kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia sehingga musim hujan datang terlambat dan terjadi lebih singkat," ujar Teuku Faisal dalam konferensi pers "Prediksi Musim Hujan" secara daring pada Selasa (22/9).
BMKG memperkirakan puncak musim hujan sebagian besar wilayah Indonesia terjadi pada Desember, Januari, dan Februari. Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan merinci durasi musim hujan 2026/2027 lebih pendek dari normalnya pada 482 ZOM yang mencakup 51,90 persen luas daratan Indonesia.
Durasi musim hujan lebih panjang dari normalnya terjadi pada 60 ZOM (8,58 persen luas daratan), sedangkan 40 ZOM (5,06 persen) diprediksi sama dengan normalnya. Bagi pengguna smartphone di wilayah terdampak, BMKG menyediakan pembaruan prakiraan harian melalui kanal resmi dan aplikasi infoBMKG.
Pelaku bisnis digital yang bergerak di sektor pertanian, logistik, dan energi perlu mengantisipasi mundurnya musim hujan. Periode kering panjang biasanya menaikkan biaya operasional, mulai dari pendinginan gudang hingga pasokan air untuk proses produksi.